Hal itu disampaikan Said Aqil pada ceramahnya memperingati hari hari lahirnya NU ke-85, dan hari jadi Kotabaru ke-61 di Kotabaru, Rabu.
"Warga NU hendaknya tetap berkomitmen dengan Aswaja, selalu memperkokoh rasa kebersamaan, dan membangun melalui gerakan Rahmatan Lil'alamin," ujarnya.
KH Said Aqil menerangkan, jika ingin mengetahui Islam secara benar, umat Islam haruslah mempelajari isi dan makna yang terkandung dalam Al-quran, Hadist Rasulullah, ijma' dan qiyas.
Sedangkan untuk penetapan hukum fiqh, seperti, tata cara hukum sholat lebih mengarah kepada ijma' dan qiyas.
Ia menceritakan mengenai sejarah Rasullulloh SAW tidak bisa menulis bukan dikarenakan bodoh, melainkan untuk mengantisipasi tentang pendapat para kaum quraisy bahwa yang menulis Al-quran atau firman Allah SWT adalah Rasulluloh, itu tidak benar.
Dizaman Rasulullah, yang diperintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menulis firman Allah menjadi sebuah Al-quran adalah Zaid bin Tsabit, kemudian disempurnakan oleh Abul Azwad.
Ketua DPRD Kotabaru Alpidri Supian Noor MAP, ang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menghimbau umat Islam di Kotabaru hendaknya dapat meningkatkan pengetahuan tentang Islam dengan benar, mengingat akhir-akhir ini sering munculnya pemberitaan adanya aliran-aliran baru.
Dengan bekal ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dari buku dan ulama, maka diharapkan dapat membentengi masuknya idiologi yang menyimpang.humas*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.