Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) mengharapkan pembangunan Panti Jompo dan Laboratorium Molekuler di daerah mereka.

"Harapan atau usulan Pemkab HST itu saat kami kunjungan kerja (Kunker) ke Barabai (165 kilometer utara Banjarmasin), ibukota kabupaten tersebut," ungkap Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalsel yang juga membidangi kesehatan dan sosial, H Iberahim Noor SE, Kamis.

Menerima rombongan Komisi IV DPRD Kalsel itu Wakil Bupati HST H Mansyah Sabri serta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten tersebut, drg H Kusudiarto bersama jajaran, dan pertemuan berlangsung Rabu (23/3).

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) "Bumi Murakata"  HST selain menyampaikan terima kasih atas kunjungan Komisi IV DPRD Kalsel, juga mengusulkan perlu adanya pembangunan Panti Jompo di kabupatennya.

Pasalnya, menurut mantan anggota DPRD Kalsel dari Partai Golkar itu, Panti Jompo hanya ada di wilayah Kota Banjarbaru untuk provinsi yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota.

"Panti Jompo itupun yang mengisi sebagian besar orang-orang dari daerah hulu sungai atau Banua Anam Kalsel," ujar Wabup HST yang menjadi pasangan Bupati H Aulia Oktifiandi baru terpilih melalui jalur perseorangan/independen tersebut.

"Bahkan saya dengar disana (Panti Jompo di Banjarbaru) sudah over kapasitas. Jadi sebaiknya Pemprov Kalsel melalui DPRD-nya mengusulkan pembangunan Panti Jompo di Bumi Murakata HST - Barabai yang letaknya di tengah-tengah Banua Anam," demikian Mansyah Sabri.

Daerah hulu sungai atau Banua Anam Kalsel meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), HST, Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong.

Sementara Kepala Dinkes HST menyampaikan harapan agar melalui anggaran Pemprov Kalsel dapat membangunkan Laboratorium Molekuler buat memudahkan masyarakat untuk tes atau uji coba dalam penanganan penyakit COVID-19.

"Dengan posisi HST yang strategis berada di tengah-tengah Banua Anam, maka nant keberadaan laboratorium tersebut sebagai pelayanan tes berkaitan dengan COVID-19 dan lainnya akan lebih dekat, cepat serta memudahkan masyarakat, khususnya masyarakat daerah hulu sungai," ujarnya.

"Pentingnya laboratorium tersebut agar tes Swab atau VCR hasilnya cepat keluar tidak menunggu lama seperti selama ini dibawa dulu ke Laboratorium di Banjarmasin," demikian Kusudiarto.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel H Iberahim Noor SE dari Partai BasDem itu menyatakan, pihaknya akan menampung semua masukkan atau usulan/harapan dari Pemkab HST.

"Berbagai permasalah dan masukkan dari Pemkab tersebut melalui kunjungan kerja ini akan menjadi bahan kami saat rapat koordinasi dengan Pemprov setempat," kata Iberahim yang juga wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel VI/Kabupaten Tapin, HSS dan HST itu.

Selain HST, Kunker Komisi IV tersebut juga ke Kabupaten Balangan, 22 - 24 Maret 2021, sekaligus beraudensi/perkenalan dengan kedua pemimpin daerah yang baru pada kabupaten bertetangga itu, jelas staf Subbag Rumah Tangga Protokol dan Kehumasan Sekretariat DPRD (Setwan) Kalsel Bogeel.

Kedua pemimpin daerah HST dan "Bumi Sanggam" Balangan itu terpilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang pencoblosannya 9 Desember 2020. Untuk Bupati Balangan H Abdul Hadi dan Wabupnya H Supiani.








 

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026