"Target kami dalam melakukan pecegahan selain tes urine terhadap SKPD juga ke instansi pemeritah lainnya yang ada di Kalsel ini," kata Kepala BNNP Kalsel Drs Agus Budiman Manalu di Banjarmasin, Senin.
Ia mengatakan, selain jajaran SKPD pihaknya juga akan melakukan tes urine ke sekolah, perusahaan dan masyarakat serta lainnya yang meminta BNNP Kalsel untuk melakukan program tersebut.
"Kami sudah ada pembicaraan secara lisan dengan Gubernur namun itu bisa dilakukan tergantung dari permintaan pihaknya," ucap pria berpangkat Komisaris Besar Polisi itu.
Dikatakannya, selama 2014 ada lima SKPD Provinsi Kalsel dan Kota Banjarmasin yang dilakukan tes urine sebagai program pencegahan narkotika di wilayah Kalsel.
"Ada beberapa pegawai di dinas tersebut yang positif menggunakan narkotika namun untuk namanya kami tidak bisa menyebutkan," tuturnya saat di ruang kerja.
Untuk 2015, BNNP Kalsel akan terus meningkatkan kinerja dengan lebih fokus lagi memberantas dan mencegah peredaran gelap narkotika di wilayah Kalsel ini.
"Kami telah memonitor target-target untuk 2015 sehingga pengawasan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika ini akan lebih kami tingkatkan lagi," kata pria pemilik tubuh atletis itu.
Agus juga memberikan pernyataan kepada para penegak hukum khususnya kasus narkotika agar jangan ada permainan hukum di dalamnya.
Kasus narkotika saat ini sudah merambah kepada generasi muda khususnya di Kalsel, dengan adanya hal itu mari bersama-sama memberantas narkotika dengan menghukum pelakunya seberat mungkin hingga hukuman mati.
"Silahkan bermain dengan kasus yang lain tapi jangan untuk kasus narkotika karena narkotika bisa merusak para generasi muda," tutur pria berpangkat Komisaris Besar Polisi itu.
Pewarta: Gunawan Wibisono: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.