Sekretaris DPRD Kotabaru, Djoko Mutiyo, Senin mengatakan, selama ini mungkin sebagian masyarakat mengalami kesulitan jika hendak menyaksikan jalanya sidang para wakil mereka di parlemen, karena terbatasnya ruangan yang ada.
"Mengatasi masalah tersebut, kami menganggarkan tahun ini melengkapi sejumlah perangkat elektronik berupa TV besar yang akan dipasang di ruang loby gedung dewan, tujuannya agar masyarakat bisa tetap menyaksikan bagaimana jalannya sidang para legislator meski tidak harus masuk ke ruang sidang," kata Djoko.
Selain itu, masih dari bagian akuntabilitas kepada publik, pihaknya juga akan memasang video tron atau running teks yang memuat materi sidang yang dilakukan para anggota dewan bersama eksekutif atau stake holder lainnya.
Kelengkapan perangkat elektronik tersebut kata dia, telah dianggarkan periode 2015 ini, namun demikian pengadannya tetap melalui mekanisme yang ditetapkan diantaranya tender atau penunjukan langsung tergantung beraa besar nilainya.
"Dalam waktu dekat pengadaan perlengkapan tersebut akan dimulai, hal ini merupakan bagian dari program optimalisasi kinerja sekretariat dalam mendukung kinerja para wakil rakyat di parlemen," ungkapnya.
Meski tidak secara langsung, namun menurut Djoko, terobosan yang dilakukannya itu ada kaitannya dengan hasil evaluasi terhadap kinerja sekretariat DPRD Kotabaru, karena diketahui kinerja periode 2014 sebesar 91,14 persen, sedangkan realisasi anggaran sebesar 81,21 persen.
Diketahui sebelumnya, atas capaian tersebut dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya 2014 merupakan tahun politik yang berkonsekwensi terhadap padatnya kesibukan anggota dewan mulai dari masa kampanye pemilu hingga pemilihan presiden.
"Secara umum capaian kinerja sudah terlaksana secara maksimal, namun diakui belum 100 persen, hal ini banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya adanya regulasi pemerintah seiring dengan bergantinya pamerintahan saat ini," ujar Djoko.
Pewarta: ShohibEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.