Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Penjualan elpiji 12 kilogram di Banjarmasin Kalimantan Selatan turun sekitar 20 persen pascakenaikan harga yang ditetapkan pemerintah beberapa waktu lalu.


Salah satu distributor elpiji di Banjarmasin, PT Gautama Sinar Batuah Helena di Banjarmasin, Selasa mengungkapkan, sebelum terjadi kenaikan, pihaknya mampu menjual elpiji 12 kilogram hingga 400 tabung per hari, namun kini tinggal 300 tabung per hari.

Menurut dia, pascakenaikan harga elpiji 12 kilogram dari Rp120.900 per tabung menjadi Rp143.900 per tabung, atau naik sekitar Rp21 ribu per tabung, diduga banyak konsumennya beralih menjadi konsumen elpiji tiga kilogram.

"Kemungkinan banyak konsumen yang memilih membeli elpiji tiga kilogram, karena jauh lebih murah," katanya.

Kondisi tersebut, membuat elpiji tiga kilogram menjadi langka, sehingga harganyapun juga menjadi melambung dari seharusnya hanya Rp15.500 per tabung di agen, kini mmenjadi Rp17 ribu hingga Rp25 ribu per tabung.

Melambungnya harga elpiji bersubsidi tersebut, sangat dikeluhkan oleh masyarakat, karena selain mahal, elpiji tiga kilogram juga sulit dicari di pasaran.

"Sudah mahal, kita sulit untuk mendapatkannya, sementara mau membeli yang 12 kilogram, kita tidak memiliki tabungnya," kata Hendra salah seorang warga Kayu Tangi.

Dia berharap, pemerintah bisa segera mengambil kebijakan untuk mengatasi kelangkaan elpiji tiga kilogram, karena sangat merugikan masyarakat.

"Kenaikan harga elpiji tiga kilogram hingga Rp10 ribu per tabung, sudah sangat memberatkan, itupun kita sulit untuk mendapatkannya," katanya.

Warga khawatir, kelangkaan gas elpiji bersubsidi tersebut, menjadi "ladang" baru bagi pedagang elpiji, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, saat harga elpiji 12 kilogram naik.

Mengantisipasi kelangkaan gas elpiji tiga kilogram, sebelumnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah mengeluarkan imbauan agar gas elpiji bersubsidi hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang berhak.

  "Saya harap pengusaha dan pihak-pihak yang tidak berhak mendapatkan subsidi, tidak memanfaatkan tabung gas elpiji tiga kilogram," kata Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Arsyadi.   

Pewarta: Ulul Maskuriah
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026