menyatakan, partainya siap lepas landas merebut tiga besar nasional pada
Pemilihan Umum 2014.
Ia menyatakan itu, usai memberi pengarahan dalam Musyawarah Kerja
Wilayah (Mukerwil) PKS Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin atau sebelum
kembali ke Jakarta, Minggu sore.
Anis yang juga Wakil Ketua DPR-RI itu tampaknya optimistis PKS bisa
mencapai tiga besar dalam perpolitikan di Indonesia, terutama penempatkan
kader-kader partai politik (Parpol) tersebut di perlemen tingkat pusat.
Pasalnya, secara struktural parpol yang berlambangkan tanda gambar
dua bulan sabit mengapit satu tangkai/bulir padi itu, sudah tak masalah lagi,
lanjutnya didampingi Habib Aboe Bakar Al Habsyie, anggota DPR-RI dari PKS asal
daerah pemilihan (dapil) Kalsel.
Guna mencapai target tiga besar nasional atau meraih suara pemilih
sebanyak mungkin, kini PKS mengembangan tiga program utama, yaitu pelayanan,
pemberdayaan dan pendidikan.
Mengenai pelayanan PKS, dia menyatakan, masyarakat umum atau publik
sudah banyak mengetahui, dan untuk pemberdayaan menargetkan sasaran sebanyak
satu juta usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Sedangkan program pendidikan, antara lain berupaya mewujudkan
ketahanan nasional generasi muda, lanjutnya yang juga didampingi Ketua Dewan
Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kalsel, Ibnu Sina.
Pada Tahun 2011 merupakan awal pengembangan PKS untuk mencapai
target tiga besar tersebut dalam strata politik nasional Indonesia pasca Pemilu
2014.
Mengenai adanya gugatan terhadap PKS, dia menyatakan, hal itu tak
akan mempengaruhi terhadap upaya pencapaian target tiga besar nasional, bahkan
bisa lebih memperkuat.
"Karena dalam PKS tak ada individu yang lebih kuat dari pada sistem,
tapi sebaliknya sistem bisa membuat individu tersebut menjadi terpuruk,"
demikian Anis Matta.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Kalsel, Ibnu Sina juga menyatakan,
pihaknya bertekad meningkatkan peringkat dari hasil Pemilu 2014, dari posisi
ketiga menjadi dua atau satu dalam perolehan kedudukan di DPRD tingkat provinsi
tersebut.
"Kami tak ingin sekedar tiga besar seperti sekarang. Tapi kami mau
berada di urutan dua atau satu," tandas anggota DPRD Kalsel dua periode dari PKS
tersebut.
"Untuk pencapaian target tersebut, PKS Kalsel kini sudah memiliki
210.000 kader dan tinggal pemantapan serta pengembangan," demikian Ibnu Sina.
Perkembangan PKS dari Pemilu ke Pemilu dalam perolehan kursi di DPRD
Kalsel, pada Tahun 1999 cuma berhasil menempatkan satu kader (ketika itu masih
nama Partai Keadilan/PK), kemudian 2004 meningkat menjadi enam dan 2009 jadi
tujuh orang.
Perolehan kursi di DPRD Kalsel pada Pemilu 2009 dari 55 keanggotaan,
terbanyak Partai Golkar sepuluh, Partai Demokrat semobilan, serta Partai
Persatuan Pembangunan (PPP) dan PKS masing-masing tujung orang./shn/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.