Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak empat orang dinyatakan tewas dalam kebakaran yang melanda depot bakmi Ponti 99 di Jalan P Tendean Banjarmasin, dinihari Rabu atau sekitar pukul 02.30 Wita.
Kepala Seksi Kesiap Siagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kebakaran Kota Banjarmasin Zuliansyah, Rabu membenarkan kejadian tersebut.
"Ya, ada empat penghuni tewas pada kebakaran Depot Bakmi Ponti di Jalan Tendean atau Pacinan Laut Banjarmasin dinihari tadi," ujarnya.
Ia menuturkan, empat orang yang tidak bisa menyelamatkan diri dalam musibah kebakaran depot dua lantai tersebut adalah sekeluarga. Yakni Chung Su Sin (52), Felisha (14), Fania (9) dan Tania tujuh tahun, mereka tewas karena saat kejadian berada di lantai atas.
Dari laporan di lapangan, lanjut dia, api berasal dari lantai bawah, hingga merambat cepat menghanguskan bangunan.
"Adanya ledakan yang diduga dari tabung elpiji menambah kobaran api," tuturnya.
Api, baru bisa dikuasai sekitar satu jam lamanya, dan baru diketahui ada korban yang terkurung di dalam, yakni empat orang yang tidak bisa menyelamatkan diri yang kemudian mayat para korban di bawa ke RSUD Ulin, tuturnya.
Warga sekitar kejadian bermana Chawank mengaku mendengar adanya orang yang minta tolong saat kejadian kebakaran itu dari lantai dua, tetapi sulit melakukan pertolongan sebab kobaran api sudah sangat besar.
Ketika itu, bebernya, para pemadam kebakaran baru datang setelah api cukup besar hingga tiada ada satu pun yang dapat menyelamatkan mereka yang terjebak kobaran api di lantai atas tersebut.
"Sebab kebakarannya kan pas dinihari saat semuanya tertidur," ucapnya.
Sementara itu, pemilik depot Riduan (42) dikabarkan shok atas kejadian tersebut, sebab dua putrinya termasuk menjadi korban.
"Saat kejadian, pemilik depot ceritanya lagi makan di luar dengan para karyawannya," ucap Chawank.
Pewarta: SukarliEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.