Bupati Balangan, H Sefek Effendie di Paringin, Kamis, mengungkapkan, kegiatan pasar bebas atau MEA bukanlah sebuah ancaman, namun merupakan sebuah kesempatan bagi UMKM untuk maju mengembangkan usahanya.
"Tergantung bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan menjadikannya sebuah kesempatan untuk mengembangkan usaha menjadi lebih besar dan lebih maju, karena kesempatan akan terbuka lebar," ujarnya.
Kita harus segera mempersiapkan diri, lanjut Sefek, agar produk kita nantinya akan bisa bersaing dengan produk asing, dimana bahan-bahan produk sudah tersedia di tempat kita, tinggal bagaimana mengemas dan menjaga kualitasnya.
"Jika kita tidak mempersiapkan diri sejak dini, maka produk-produk barang dan jasa asing akan menguasai pasar dan produk lokal bisa ditinggalkan oleh konsumen karena dinilai tidak berkualitas," katanya.
Sefek menambahkan, jika kita bisa mempersiapkan diri sejak dini, dan produk kita mampu bersaing, maka keberadaan MEA adalah peluang yang luar biasa untuk memasarkan produk lokal menyerbu pasar di seluruah Asean.
Terakhir Sefek menjelaskan, yang harus ditingkatkan adalah kualitas produk yang dihasilkan, sistem pengelolaan usaha yang rapi dalam administrasi serta ketersedian modal dan kemudahan untuk mengakses modal.
Dia juga sangat berterima kasih atas kegiatan yang digelar oleh Bank BPD Kalsel cabang Paringin, karena sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM khususnya masyarakat Balangan.
Direktur Bank BPD Kalsel cabang Paringin, A Fahri Saifuddin mengungkapkan kegiatan semiloka merupakan bagian dari program CSR Bank BPD Kalsel 2014 guna turut membantu pembangunan di Kabupaten Balangan.
Dengan harapan, Bank BPD Kalsel dapat turut serta memberikan, mempersiapkan serta meningkatan pengetahuan akan pengelolaan usaha bagi para pelaku UMKM yang ada di Bumi Sanggam julukan Kabupaten Balangan.
Lebih lanjut, Fahri menjelaskan, sasaran pelaksanaan semiloka ialah agar pelaku UMKM daerah dapat lebih mumpuni dalam menyusun laporan keuangan usaha, strategi bisnis, membangun kemandirian kreativitas inovasi modal dan pengembangan usaha.
Selain diikuti 50 pelaku UMKM, seminar lokarya yang diadakan Bank BPD Kalsel cabang Paringin juga mendatangkan nara sumber yakni, Steven Parinussa dari otoritas jasa keuangan (OJK) dan Dr Nuril Huda SE MM, Akademisi dari Universitas UNLAM Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
"Dengan adanya kegiatan lokakarya ini, pelaku UMKM Balangan lebih percaya diri dan siap menjalankan usahanya termasuk bersaing menyongsong berlakukunya MEA yang tinggal menghitung hari lagi," ujarnya.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Arianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.