Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalsel Abdul Halim H. Ahmad menuturkan Musabaqah tersebut diikuti oleh 52 peserta dan 9 orang official dalam rangka mempersiapkan santri menghadapi Musabaqah Qira?atul Kutub ke 4 Tingkat Nasional 18 Juli di Mataram Nusa Tenggara barat.
"Selain itu, musabaqah juga untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariah, dan ukhuwah wataniah," katanya.
Asisten Pembangunan Setda Prov Kalsel Fitri Rifani mengatakan setiap kali penyelenggaraan MQK tingkat provinsi, semua merasa senang dan bahagia, bahwa kitab kuning masih menjadi perhatian masyarakat Kalimantan Selatan.
Bahkan kata dia, dalam setiap kali penyelenggaraannya, tidak sedikit lahir bibit-bibit muda potensial yang mampu memahami kitab kuning dari berbagai aspek.
Menurut dia, Kemampuan membaca kitab kuning bukan hanya bisa dinikmati oleh orang yang bersangkutan, tetapi menjadi aset berharga dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
"Membaca kitab kuning hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu saja," katanya.
Fitri menambahkan, semangat mempelajari kitab kuning, hendaknya tidak hanya muncul pada diajang perlombaan, tetapi harus selalu digelorakan apalagi saat ini anak didik di tuntut untuk belajar berbagai mata pelajaran yang cukup beragam," katanya.
Musabaqah Qiraatul Kutub dibagi tiga tingkatan yakni tingkat Ula diikuti oleh peserta berusia maksimal 14 tahun, tingkat Wustha diikuti peserta usia maksimal 17 tahun dan tingkat Ulya diikuti oleh peserta berusia maksimal 20 tahun.
Pembukaan musabaqah didahului devile peserta dari kabupaten/kota yang juga dihadiri masing ?masing kepala daerah./B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.