"Kami menargetkan peningkatan konsumsi ikan dari sebelumnya 45 kilogram per kapita per tahun menjadi 50-60 kilogram," ujar Kepala Diskanlaut Kalsel Isra di Banjarbaru, Minggu.
Ia mengatakan, angka konsumsi ikan Kalsel memang sudah di atas rata-rata nasional yakni 35 kilogram per kapita per tahun tetapi konsumsi ikan masyarakat harus terus ditingkatkan.
Dijelaskan, peningkatkan konsumsi ikan perlu dilakukan karena potensi perikanan baik nasional maupun Kalsel sangat besar sehingga harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
"Potensi perikanan termasuk Kalsel sangat besar baik perikanan tangkap maupun budidaya sehingga harus bisa dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani," ungkapnya.
Menurut dia, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah untuk lebih meningkatkan konsumsi ikan diantaranya kampanye makan ikan bagi anak-anak dan masyarakat.
"Selain itu juga dilakukan kegiatan Gemarikan atau gemar makan ikan yang bertujuan memotivasi anak-anak dan masyarakat agar menggemari makan ikan," ungkapnya.
Dikatakan, langkah itu dilakukan agar masyarakat menggemari makan ikan baik ikan air laut maupun air tawar karena mengandung protein hewani bagi kesehatan tubuh.
"Makin banyak makan ikan makin bagus karena mengandung protein hewani yang membantu kesehatan tubuh sehingga makan ikan sangat baik bagi kesehatan," pesannya.
Ditambahkan, kampanye makan ikan dilaksanakan bergiliran di seluruh Kalsel memanfaatkan momentum Hari Makan Ikan Nasional (Harkannas) yang diperingati setiap 23 November.
"Melalui kampanye gemar makan ikan diharapkan mampu meningkatkan angka konsumsi makan ikan sehingga masyarakat semakin terpenuhi protein hewani agar sehat," katanya.
Pewarta: Yose Rizal: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.