Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kabupatan Barito Kuala, Kalimantan Selatan, tatap memprogramkan bedah rumah pada tahun anggaran 2015.


"Insya Allah, kita lanjutkan kegiatan bedah rumah penduduk Barito Kuala (Batola) yang tidak mampu," ujar Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten tersebut Hj Noormiliyani Aberani Sulaiman di Banjarmasin, Rabu.

Namun Ketua TIm Penggerak PKK Batola yang juga Ketua DPRD Kalsel itu tak menyebut besar pembiayaan bedah rumah tersebut, kecuali menyebutkan, anggaran tersebut bersumber dari APBD kabupaten setempat.

Ia menerangkan, PKK "Bumi Salidah" Batola yang merupakan daerah pasang surut itu, pada 2014 memprogramkan bedah rumah sebanyak 17 buah.

"Alhamdulillah program bedah rumah 2014 itu terealisais. Untuk peresmian tinggal menunggu waktu Bupati Batola H Hasanuddin Murad ada kesempatan," lanjutnya.

"Karena bapak bupati masih ada kesibukan lain. Tapi insya Allah, peresmian atas selesainya bedah rumah penduduk tersebut pada Desember ini juga" tandasnya.

Ia menyatakan, program bedah rumah tersebut murni dari program PKK Batola, bukan yang berasal dari Kementerian Sosial. "Kalau bedah atau rehabilitasi rumah dari Kementeria Sosial itu lain lagi, dan Batola juga ada mendapat jatah," katanya.

"Tapi bedah/rehab rumah dari program Kementerian Sosial itu, menjadi urusan pemerintah kabupaten (Pemkab), bukan kewenangannya PKK Batola," tandasnya.

Program lain dari PKK Batola, tambahnya, seperti bedah desa, yang kegiatannya antara lain melakikan rehabilitasi rumah penduduk kurang mampu sebanyak 60 buah.

"Rehab rumah penduduk pada satu desa tersebut, ada yang dalam kategori rusak berat, sedang dan rusak ringan, yang pelaksanaannya melibatkan masyarakat setempat atau dengan cara gotong royong," ungkapnya.

"Pembiayaan semua itu, baik program bedah rumah yang tersebar pada sejumlah kecamatan se-Batola maupun bedah desa, merupakah hibah dari Pemkab yang bersumber dari APBD setempat," demikian Noormiliyani.

  Batola salah satu dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel yang juga memiliki garis pantai Laut Jawa, dan di sebelat barat berbatasan dengan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, merupakan daerah pertanian pasang surut.    

Pewarta: Oleh Syamsuddin Hasan
: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026