Tanjung, (Antaranews Kalsel) - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menerapkan waktu belajar sistem dua shift bagi siswanya, yakni pagi dan siang, karena kekurangan ruang kelas.
"Siswa kelas 2 sebanyak tiga kelompok memulai pelajaran pada shift siang yakni sekitar pukul 10.30 wita karena ruang kelas yang ada tidak mencukupi," kata pelaksana harian kepala sekolah SDN Mabuun Tek Ruslian di Tanjung, Selasa
Kepada Antara, Tek mengatakan ruang kelas yang tersedia hanya 15 buah sementara jumlah kelompok belajar ada 18 dengan total siswa dari kelas 1 sampai 6 sekitar 400 orang.
Siswa yang masuk shif siang sekitar pukul 10.30 wita harus menggunakan ruang kelas 1 yang terpaksa dipulangkan lebih cepat sekitar pukul 10.15 wita karena normalnya siswa kelas 1 ungkap Tek seharusnya selesai belajar pukul 11.15 wita.
Selain menerapkan dua shif bagi siswanya, pihak sekolah juga kerepotan karena jumlah siswa yang terus bertambah tidak diimbangin dengan penambahan jumlah tenaga pengajarnya khususnya guru dari PNS.
Dengan 24 guru yang ada dengan rincian 14 guru PNS dan sisanya guru honorer menurut Tek cukup kerepotan dengan jumlah siswa yang mencapai 400 orang.
"Sejak Juni 2014 juga belum ditunjuk kepala sekolah definitif karena kepala sekolah yang lama pensiun sedangkan saya selaku pelaksana harian cukup kerepotan karena harus merangkap sebagai guru kelas 6," tambahnya.
Pihak sekolah pun membenarkan adanya beberapa siswa yang terpaksa membeli bangku dan kursi sendiri untuk bisa mengikuti kegiatan belajar di SD Negeri Mabuun.
Namun Tek menegaskan pembelian meja dan bangku merupakan keinginan dari orangtua siswa yang ngotot agar anaknya bisa sekolah di sana.
"Di kelas 6 saja ada 3 siswa yang terpaksa membeli bangku dan kursi sendiri namun itu bukan kehendak pihak sekolah melainkan keinginan dari orangtua siswanya agar anaknya bisa sekolah di tempat kami," jelas Tek lagi.
Sekarang pihak sekolah terpaksa menolak adanya penambahan siswa baru karena saat ini sudah melebihi kapasitas bahkan dalam satu kelas sampai terisi 35 hingga 42 siswa
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.