Hari ini penambahan pasien konfirmasi positif satu orang dan pasien sembuh lima orang,Marabahan (ANTARA) - Kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan Senin (14/12), berkurang menjadi 54 orang menyusul terdapat pasien sembuh lima orang serta satu pasien positif terkonfirmasi COVID-19.
“Hari ini penambahan pasien konfirmasi positif satu orang dan pasien sembuh lima orang,” papar Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) Penanganan Kasus COVID-19 Batola Hj Azizah Sri Widari, di Marabahan, Senin (14/12).
Azizah menerangkan, satu pasien positif baru kali ini berasal dari Kecamatan berjenis kelamin laki-laki berusia 26 tahun dengan kode Btl-847.
“Saat ini pasien yang sebelumnya berstatus kontak erat itu tengah menjalani isolasi mandiri di rumah,” ucapnya.
Menyinggung lima pasien sembuh, wanita yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batola itu menyatakan, juga berasal dari Kecamatan Alalak dengan kode Btl-780 (laki-laki 31 tahun), Btl-781 (wanita 49 tahun), Btl-788 (wanita 16 tahun), Btl-802 (wanita 52 tahun) dan Btl-803 (laki-laki 37 tahun).
“Btl-788 sebelumnya dalam perawatan RSUD Islam Banjarmasin, sedangkan 4 pasien lainnya dalam pemantauan Tim COVID-19 Kecamatan Alalak,” jelasnya.
Azizah mengutarakan, dengan adanya tambahan baru ini maka total kasus kofirmasi di Bumi Ije Jela menjadi 845 orang yang terdiri dari pasien sembuh 778 orang (92,07 persen), meninggal dunia 13 orang (1,54 persen), dan kasus aktif 54 orang (6,39 persen).
Khusus terhadap 54 kasus aktif, wanita ramah itu menyatakan, 40 orang sedang menjalani isolasi mandiri dan 14 lainnya dalam perawatan di antaranya dua orang di RSUD H Abdul Azis Marabahan, satu orang di RSUD Islam Banjarmasin, empat orang di Karantina Bapelkes Banjarbaru dan tujuh orang di Karantina SKB Marabahan.
Selain kasus aktif, lanjutnya, di Batola juga terdapat 20 orang mengalami kasus suspek, satu orang mengalami kasus probable dan mengalami kasus kontak erat 125 orang.
Pewarta: AriantoEditor : Gunawan Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.