Hal itu berdasarkan anggapan secara umum, dimana Indeks Tendesi Konsumen (ITK) di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut pada Triwulan III-2014 sebesar 109,41,"Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan mengungkapkan, kondisi ekonomi konsumen atau masyarakat pada umumnya di provinsi tersebut pada triwulan III (Juli - September) 2014, lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya.
"Hal itu berdasarkan anggapan secara umum, dimana Indeks Tendesi Konsumen (ITK) di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut pada Triwulan III-2014 sebesar 109,41," ungkap Kepala BPS Kalsel Dyan Pramono Effendy, di Banjarmasin, Rabu.
"Keadaan tersebut, menunjukkan tingkat optimisme konsumen di Kalsel pada Triwulan III-2014, lebih tinggi dibandingkan dengan Triwulan II (April - Juni) 2014," lanjutnya.
Sementara perkiraan ekonomi konsumen di provinsi yang kini berpenduduk empat juta jiwa lebih tersebut, pada Triwulan IV (Oktober - Desember) 2014, berdasarkan nilai ITK sebesar 102,92.
"Dengan perkiraan itu pula, berarti konsumen masih optimis, bahwa kondisi ekonomi mereka pada Triwulan IV-2014, diperkirakan akan lebih baik dibandingkan Triwulan III-2014," tambahnya.
Menurut dia, membaiknya persepsi masyarakat tersebut tidak lepas dari persepsi mereka terhadap tiga komponen penyusun indeks, yaitu komponen pendapatan, pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan, serta komponen konsumsi makanan dan nonmakanan.
"Pencapaian indeks ketiga komponen tersebut yang secara umum menunjukkan nilai lebih dari 100 atau searah dengan kondisi secara nasional yang besaran ITK-nya juga lebih besar dari 100," lanjutnya.
Sementara komponen pendapatan rumah tangga (indeks = 112,64). Meningkatnya nilai indeks komponen ini seiring membaiknya kondisi perekonomian Kalsel Triwulan III-2014.
Indikator membaiknya perekonomian tersebut tampak dari kinerja sektor ekonomi yang mendorong mesin ekonomi pada triwulan itu, terutama sektor tersier, di antaranya sektor perdagangan tumbuh 6,14 persen dan sektor jasa 3,09 persen.
"Kondisi tersebut masih diperkuat oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga di Triwulan III-2014 yang mencapai 3,38 persen," lanjutnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel, Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin.
Sedangkan komponen pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan (indeks = 104,80). Dimana selama Triwulan III-2013, inflasi bulanan di Kalsel tampak lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi bulanan selama Triwulan II-2014, demikian Dyan Pramono.
Pewarta: Syamsuddin Hasan: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.