Bupati Tabalong, Rachman Ramsyi, Kamis (5/5), mengatakan akan melayangkan surat ke PT Pertamina terkait rencana pengalihan lahan bandara Warukin di Desa Warukin Kecamatan Tanta, Tabalong.

Menyusul wacana Pemkab Tabalong untuk mengembangkan bandara warukin menjadi transportasi udara yang bisa dimanfaatkan masyarakat umum.

"Untuk membuka bandara yang baru tentu menelan dana sangat besar karena itu lebih baik mengembangkan bandara yang ada dan pemerintah daerah perlu koordinasi kepada pihak pertamina selaku pemilik bandara," jelas Bupati di Tanjung.

Bandara warukin sendiri statusnya merupakan aset negara yang saat ini pengelolaannya dilakukan oleh PT Adaro Indonesia.
 
Kepala bagian humas PT Pertamina Unit Bisnis EP Tanjung, Noor Effansyah mengatakan belum menerima laporan secara tertulis dari pemerintah daerah terkait pengalihan lahan bandara.

"Sampai saat ini surat dari Bupati belum kita terima dan memang bandara warukin merupakan aset negara yang tentunya pemanfaatannya perlu koordinasi dengan menteri keuangan dan Pertamina Tanjung hanya sebatas mengurusi pengeboran minyak," jelas Effansyah.

Sementara itu komisi II DPRD Tabalong, juga melakukan kunjungan kerja ke Pertamina pusat sekaligus mempertanyakan prosedur pengalihan lahan bandara.

"Secara tertulis komisi II sudah menyampaikan ke sekretariat dewan soal kunjungan ke Pertamina pusat sekaligus mempertanyakan prosedur pengalihan lahan bandara," jelas Sekwan, Birhasani.(mia*C)




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026