"Kita sangat prihatin dan berduka, ada warga kita yang menjadi korban kebakaran beruntun," ucap orang nomor dua di jajaran pemerintah kota (Pemkot) Banjarmasin itu, Jumat.
Sebagai contoh Rabu (8/10) malam sekitar pukul 20.00 Wita kebakaran di Jalan Sulawesi dekat Pasar Lama, sebelumnya di hari yang sama peristiwa serupa di Jalan Junjung Buih - belakang Pasar Jati dekat Jembatan Merah.
Selain itu, Kamis (9/10) dinihari atau 03.00 Wita kebakaran di Pasar Beras Muara Kelayan, sebelumnya sekitar pukul 00.05 Wita kebakaran melanda pemukiman penduduk di kawasan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara.
Wakil Wali (Wawali) Kota yang ditemani Sekda setempat H Zulfadli Gazali tersebut mengaku sedih dan turut berduka cita karena puluhan kepala keluarga (KK) tertimpa musibah kebakaran dan tidak memiliki tempat tinggal lagi.
Bahkan sampai meminta korban jiwa karena terjebak kobaran api, seperti terjadi kebakaran di Jalan Sulawesi Pasar Lama tersebut. "Pemkot akan memberikan bantuan kepada mereka," tegasnya.
"Kita minta warga waspada terhadap musibah kebakaran, karena saat ini juga musim kemarau, cukup sudah kiranya yang terjadi sekarang ini, jangan lagi kebakaran beruntun melanda kota kita," paparnya.
Sementara itu, Kepala Sesi Pencegahan dan Kesiap Siagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Zuliansyah menerangkan, hingga 9 Oktober 2014 tercatat tujuh kali terjadi musibah kebakaran, satu orang meninggal dunia.
Kasus kebakaran yang terjadi di Banjarmasin tahun ini mengalami peningkatan yang cukup drastis, yaitu sebanyak 72 kali kebakaran dengan total kerugian materiil mencapai Rp26 miliar dan 309 KK kehilangan tempat tinggal.
Kebakaran itu, lanjutnya, selain disebabkan human error, sebagain besar juga karena faktor kemarau panjang yang terjadi.
"Meski demikian, potensi kebakaran bisa disebabkan bermacam hal. Kebetulan saja intensitas kebakaran mengalami peningkatan pada musim kemarau seperti saat ini," ucap Zuliansyah. *
Pewarta: Sukarli: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.