Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Pengucapan sumpah atau janji pimpinan definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan periode 2014-2019 pada 7 Oktober ditunda, sebab belum ada surat keputusan dari Menteri Dalam Negeri
"Ya, mau tidak mau kita harus menunda rapat paripurna untuk pengucapan sumpah/janji pimpinan definitif DPRD Kalsel," ujar wakil ketua sementara lembaga legislatif tersebut Muhaimin, di Banjarmasin, Selasa.
Pasalnya, lanjut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut, surat keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pimpinan Definitif DPRD Kalsel masa jabatan 2014-2019, belum keluar.
"Sekretariat DPRD bersama Biro Pemerintahan pemerintah provinsi Kalsel sudah menguruskan SK Mendagri tentang pimpinan definitif dewan tersebut," kataa legislator provinsi yang memasuki empat periode itu.
Menurut informasi, ungkapnya, SK tentang pimpinan definitif DPRD Kalsel tersebut mendapat paraf dari Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, tinggal menunggu tanda tangan menteri.
"Kita berharap, Mendagri menandatagani SK tersebut hari ini atau besok, sehingga kita bisa menjadwalkan rapat paripurna untuk pengucapan sumpah/janji pimpinan definitif DPRD Kalsel, paling tidak 9 Oktober 2014," katanya.
Dengan segeranya pengucapan sumpah/janji pimpinan definitif tersebut, kegiatan lain yang menjadi tugas kedewanan bisa jalan, tidak seperti beberapa hari belakangan terkesan tak ada kegiatan dewan, demikian Muhaimin.
Penetapan calon pimpinan definitif DPRD Kalsel masa jabatan 2014-2019 pada rapat paripurna internal lembaga legislatif tersebut 25 September lalu, terdiri ketua Hj Noormiliyani AS SH dari Partai Golkar.
Kemudian tiga wakil ketua masing-masing H Muhaimin SH MH MKn dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Asbulllah SH dari Partai Persatuan Pembagunan, dan H Hamsyuri SH dari Partai Kebangkitan Bangsa.
Keanggotaan DPRD Kalsel 2014-2019 sebanyak 55 orang terdiri atas Partai Golkar 13, PDI-P delapan, PPP tujuh, PKB dan Partai Gerakan Indonesia Raya masing-masing enam orang.
Selain itu, dari Partai Keadilan Sejahtera lima orang, Partai Demokrat empat, Partai Nasional Demokrat tiga, Partai Hati Nurani Rakyat dua, dan Partai Amanat Nasional satu orang.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.