Saran wakil rakyat yang bergelar sarjana sosial dan sarjana hukum itu, melalui WA-nya, Senin sebagai umpan balik atau tanggapan terhadap keluhan sebagian warga masyarakat HST ketika dia reses, 27 - 31 Oktober 2020.
Sebagaimana keluhan warga masyarakat Desa Pengambau Hulu atau Mu'ui Kecamatan Haruyan mereka mengeluhkan infrastruktur sebagai penunjang usaha pertanian, ungkap wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel IV/Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten HST itu.
"Mereka mengharapkan pembangunan jembatan gantung sebagai satu satunya ke jalan pertanian dan perkebunan," lanjut wakil rakyat dari Partai Golkar tersebut.
"Karena jembatan gantung terdahulu rusak atau belum ada pengganti sehingga sangat menyulitkan masyarakat petani dan pekebun mengangkut hasil pertanian mereka," kutipnya.
Selain itu, masalah irigasi yang merupakan urusan DPUP setempat perlu pembersihan, dan yang rusak perlu perbaikan atau rehab, lanjut mantan aktivis/pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di "Bumi Murakata" HST tersebut.
"Kemudian berdasarkan aspirasi masyarakat setempat perlunya jaringan sanitasi/instalasi air bersih (PAMSIMAS)," demikian Athaillah Hasbi.
Dalam reses selama lima di Bumi Murakata HST itu, laki-laki kelahiran 1976 berbintang Capricornus tersebut pada delapan titik/desa tersebar di Kecamatan Haruyan, Labuan Amas Utara, Labuan Amas Selatan, dan Kecamatan Pandawan.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026