"Ini perlu dilakukan untuk menghindari kemungkinan timbulnya permasalahan baru di masyarakat," katanya, Kamis (28/4).
Pasalnya baru sebagian warga "kota seribu sungai" Banjarmasin tersentuh atau mengetahui sosialisasi konversi minyak tanah ke gas elpiji, karena masih perlu sosialisasi lanjutan agar seluruh masyarakat memahani.
"Dengan sosialisasi yang mantap dan berkelanjutan tersebut, pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin akan mendukung program Pemerintah Pusat mengenai konversi minyak tanah ke elpiji," tegasnya.
Ia mengungkakan, hingga saat ini sosialisasi yang diharapkan pemkot Banjarmasin terhadap masyarakat belum terpenuhi sehingga program tersebut mengalami hambatan.
"Namun jika target sosialisasi konversi minyak tanah ke gas tersebut sudah tercapai maka program Pemerintah Pusat itu dapat dilaksanakan dengan dukungan penuh pemerintah Kota Banjarmasin," kata Zulfadili.
Sebelumnya Ketua Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalsel Addy Chairuddin Hanafiah menyatakan, sosialisasi konversi minyak tanah ke gas elpiji harus dilakukan secara bertahap terhadap masyarakat.
Sosialisasi tersebut dimaksudkan agar masyrakat mengerti betul tentang program penghematan bahan bakar minyak, lanjut pengusaha muda yang juga mantan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kalsel.
"Maksud dari program konversi minyak tanah ke gas elpiji tersebut adalah penghematan bahan bakar minyak khususnya jenis minyak tanah atau kerosin," katanya.
Namun sebagaian masyarakat Kalsel belum mengetahui maksud dan tujuan dilakukannya konversi oleh pemerintah, karena sosialisasi penggunaan gas elpiji belum menyeluruh.
Sosialisasi penggunaan gas elpiji tersebut diharapkan dapat membentuk pemahaman masyarakat akan hematnya penggunaan gas jika dibandingkan harus menggunakan minyak tanah.
Selain itu, banyak masyarakat yang khawatir akan tingkat keamanan penggunaan gas elpiji, karena banyak kejadian ledakan tabung di luar pulau Kaliamatan.
Kejadian tersebut tidak perlu ditakuti karena dengan adanya sosialisasi bertahap masyarakat akan mengerti sejauh mana keamanan penggunaan gas elpiji.
Selain itu, sarana dan prasarana pengisian gas juga harus disiapkan agar pada saat dilakukan konversi masyarakat tidak kesulitan mencari isi ulang gas elpiji.
Tingkat pemahanan masyarakat terhadap penggunaan gas elpiji akan kian meningkat dengan seiring dilakukannya sosialisasi secara bertahap dan sinambung oleh Pertamina, Pemerintah serta agen gas elpiji.
"Oleh sebab itu diharapkan kepada masyarakat pengguna gas elpiji nantinya dapat menanyakan pengamanan penggunaan gas sebagai bahan bakar dalam rumah tangga," kata Addy./her*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.