Ketua Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalsel H Sahrujani mengemukakan itu melalui telepon seluler/WA sebelum pertemuan dengan Dinas PU Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di Semarang, Selasa.
"Kunjungan atau pertemuan kita dengan Dinas PU Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Jateng itu dalam rangka studi komparasi terkait pengendalian banjir," ujarnya menjawab Antara Kalsel di Banjarmasin.
Pasalnya, menurut mantan Ketua DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel itu, sungai yang tidak terkelola dengan baik dan benar bisa membuat bencana banjir.
"Sementara kita tahu bahwa dengan pengelolaan DAS secara baik dan benar merupakan salah satu upaya pengendalian banjir," lanjut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten HSU, Balangan dan Kabupaten Tabalong itu.
Sebagai contoh luapan Sungai Balangan dan Tabalong yang bagian hilirnya terdapat kota Amuntai (185 kilometer utara Banjarmasin), ibu kota HSU menimbulkan bencana banjir setiap musim penghujan.
"Oleh sebab itu, kita perlu studi komparasi atau banyak belajar tentang pengelolaan DAS serta pengendalian banjir di antaranya ke Jateng," lanjut politikus senior Partai Golkar tersebut.
Studi komparasi atau tukar pendapat dan pengalaman dengan Dinas PU Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Jateng tersebut dalam rangkaian kunjungan kerja Komisi III DPRD Kalsel ke luar daerah, 5 - 7 Oktober 2020, demikian Sahrujani.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.