Kedatangan rombongan dalam rangka kunjungan kerja sekaligus studi banding tata cara pengelolaan pertambangan itu disambut Bupati Banjar Khairul Saleh di ruang kerjanya, Selasa (26/4).
Ketua Pansus III DPRD Bangka Selatan Kapid Ma’id mengatakan, pertimbangan memilih Kabupaten Banjar sebagai daerah objek studi banding karena memiliki sumber daya alam yang hampir sama dengan Bangka Selatan.
"Kabupaten Bangka Selatan memiliki sumber daya alam yang hampir sama dengan Kabupaten Banjar yakni pertambangan sehingga cukup banyak pembelajaran yang bisa diperoleh terkait pengelolaan pertambangan," ujarnya.
Dikatakan, salah satu kajian studi banding adalah ingin mempelajari konsep penataan pengelolaan pertambangan termasuk aspek perangkat aturan yang mengikat bagi pengelola dan penerima manfaat.
Diuraikan, Kabupaten Bangka Belitung terus berbenah menuju visi pembangunan yang berkeadilan dan menyejahteraan masyarakat melalui pembenahan berbagai aspek pelayanan publik dalam rangka memberikan kemudahan masyarakat.
"Usaha peningkatan pendapatan asli daerah dilakukan ramah lingkungan sesuai aspirasi masyarakat dan sumber daya alam dikelola dengan memperhatikan aspek lingkungan, kultural dan pijakan yuridis pemerintah," ungkapnya.
Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Setda Banjar Nurus Sjamsi didampingi sejumlah pejabat terkait di lingkup Pemkab Banjar menyambut baik kunjungan kerja DPRD Bangka Selatan tersebut.
"Kunjungan kerja seperti ini selain mendatangkan manfaat dan ilmu pengetahuan bagi kedua daerah juga sebagai perekat persaudaraan sesama penyelenggara pemerintah," katanya mewakili bupati. yos*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.