Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) harus mampu mengayomi semua sektor usaha bukan hanya sektor jasa dan konstruksi sebagaimana terjadi selama ini, kata Pengusaha Muda Kalimantan Selatan Hasnuryadi di Banjarmasin, Minggu (24/4).

Kepengurusan KADIN saat ini, kata Hasnur, terkesan ada "anak emas" dalam perhatian pengembangan antara sektor satu dengan sektor lainnya.

Seharusnya, kata dia, antara bidang yang satu dengan bidang yang lainnya, memiliki kesempatan yang sama untuk dikembangkan secara maksimal, mulai dari usaha kecil, menengah maupun besar.

"Kalau KADIN yang sekarang ini, karena sebagian besar pengurusnya orang-orang konstruksi, jadi hampir tidak ada bedanya dengan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi)," katanya.

Hal tersebut terjadi, tambah dia, karena antara pengurus KADIN  dan Gapensi, orangnya memang sebagian besar adalah orang yang sama.

Pernyataan Hasnur tersebut menjawab pertanyaan terkait program dia sebagai salah seorang yang didengung-dengungkan sebagai kandidat ketua Kadin yang baru mengingat kepengurusan KADIN Provinsi Kalsel periode 2007 - 2011 segera berakhir.

"Kalau memang saya dipercaya untuk maju sebagai Ketua KADIN Insya Allah kita akan melakukan perubahan di segala bidang," tambah Putra Pengusaha Kalsel H. Sulaiman HB itu.

Perubahan tersebut, kata dia, selain memberikan kesempatan berkembang terhadap seluruh bidang usaha, pihaknya juga akan konsentrasi mengembangkan usaha kecil dan menengah melalui Hasnur Centre.

Menurut dia, salah satu moto dalam perusahaan yang kini dia pimpin, bahwa pihaknya tidak akan setengah-tengah dalam membantu memajukan perekonomian daerah yang kini jauh tertinggal dibanding di daerah lain.

"Jadi kita berharap komitmen perusahaan kami akan sejalan dengan komitmen KADIN dalam mengejar ketertinggalan pengembangan usaha di berbagai bidang," katanya.

Salah satu cara mengejar ketertinggalan tersebut, kata Hasnur yang berpengalaman di kepengurusan Hipmi Kalsel, Hipmi Pusat, KADIN Kalsel dan KADIN Pusat tersebut antara lain dengan menata ulang kepengurusan.

"Ketatnya persaingan kalangan dunia usaha dan industri saat ini harus disikapi dengan melakukan perubahan pada tubuh KADIN Kalsel selaku organisasi yang mewadahi pelaku-pelaku usaha dan industri," katanya.

Bila seluruh pihak bisa bersatu dan bekerja sama, serta memiliki tekad untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik, tambah dia, tidak menutup kemungkinan pengusaha muda di KADIN maupun HIPMI akan naik kelas./B*C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026