"Kita berusaha merampungkan Raperda yang berasal dari eksekutif itu," ujar Ketua Pansus Raperda tarif retribusi pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman, Rakhmat Nopliardy, Senin.
"Pasalnya Raperda dari eksekutif itu pengesahannya pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dijadwalkan 6 Agustus 2014," lanjutnya usai memimpin rapat pembahasan Raperda tarif retribusi pelayanan kesehatan pada RSGM Gusti Hasan Aman tersebut.
Pernyataan yang sama dari Wakil Ketua Pansus Raperda penambahan penyertaan modal Pemprov kepada PT Bank Kalsel Hermansyah yang juga Wakil Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD tingkat provinsi tersebut.
"Kita harus segera merampungkan pembahasan Raperda penambahan penyertaan modal Pemprov tersebut, karena Rabu besok (6/8) mau disahkan menjadi Perda," katanya didampingi Sekretaris Pansus Raperda itu Burhanuddin.
Dalam merampungkan pembahasan Raperda itu, Pansus mengundang pejabat instansi terkait, antara lain dari Dinas Kesehatan Kalsel serta RSGM Hasan Aman, dan direksi Bank Kalsel.
Tiga Raperda dari eksekutif/Pemprov tersebut juga tentang pemberdayaan tenaga kerja daerah di Kalsel sebagai salah satu antisipasi menghadapi era Community Asean yang berlaku tahun 2015.
Sedangkan penambahan penyertaan modal tersebut untuk menjadikan Bank Kalsel sebagai "Regional Champion" dan memenuhi ketentuan modal dasar minimal Rp1 triliun sebagaimana peraturan Bank Indonesia.
Karena modal dasar "banknya urang banua" (Bank Kalsel) tersebut belum mencapai Rp1 triliun atau baru sekitar Rp730 miliar, dengan pemegang saham terbesar dari Pemprov setempat.
Sebelumnya, dalam pembahasan tiga Raperda dari eksekutif itu, Pansus juga melakukan studi banding dan konsultasi dengan kementerian terkait.
Sebagai contoh Pansus Raperda RSGM Gusti Hasan Aman studi banding ke RSGM Universitas Airlangga Surabaya, Jatim, Pansus Raperda pemberdayaan tenaga kerja daerah konsultasi ke Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jakarta.
Kemudian Pansus Raperda penambahan penyertaan modal Pemprov kepada Bank Kalsel melakukan konsultasi dengan Asosia Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia di Jakarta.
Pewarta: Syamsuddin Hasan: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.