Satu-satunya kemeriahan yang mewarnai peringatan hari jadi kota berjuluk indah, damai, aman dan nyaman itu hanya suguhan kesenian daerah Reog Ponorogo yang ditampilkan di lapangan Murdjani depan Balaikota.
Bahkan, tamu khusus yang biasanya selalu diundang dalam setiap peringatan hari jadi kabupaten atau kota yakni gubernur dan wakil gubernur juga tidak masuk dalam daftar undangan.
Alhasil, petinggi pemerintahan yang hadir hanya Wali Kota Ruzaidin Noor dan Wakil Wali Kota Ogi Fajar Nuzuli beserta pejabat lingkup Pemkot Banjarbaru dan anggota forum koordinasi pimpinan daerah kota itu.
"Peringatan hari jadi memang diupayakan sesederhana mungkin sehingga tidak banyak biaya yang dikeluarkan disamping tidak mengurangi makna peringatan hari jadi," ujar Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor.
Ia mengatakan, kegiatan lain yang dilaksanakan adalah shalat hajat berjamaah yang diselenggarakan di lima kecamatan dan diikuti masyarakat sekitarnya termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Mengenai undangan khusus bagi gubernur dan wakil gubernur, ia mengatakan, pihaknya memang tidak mengundang kepala daerah dan wakil kepala daerah itu karena kegiatan hanya bersifat internal.
"Gubernur dan wagub memang tidak diundang karena kegiatan peringatan hari jadi hanya bersifat internal dan digelar sederhana, kecuali nanti 5 tahun sekali bisa digelar meriah dan mengundang seluruh pihak," ujarnya.
Peringatan hari jadi ke-12 Kota Banjarbaru yang digelar sederhana dihadiri sejumlah pejabat di lingkup kota seperti Ketua DPRD, Kapolres, Kajari, Ketua PN dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Selain apel gabungan pegawai, kegiatan juga diisi pemberian penghargaan kepada sejumlah pegawai PNS teladan, tenaga medis teladan, lurah teladan dan lomba kebersihan lingkungan di Kota Banjarbaru. yos*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.