...tingkat kemiskinan penduduk Kalsel berada pada urutan ketiga,"
Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Badan Pusat Statistik (BPS)Kalimantan Selatan mengungkapkan, tingkat kemiskinan periode September 2013 - Maret 2014 di provinsi tersebut, tetap masih terbaik se-Kalimantan atau sebagimana keadaan Maret 2012 - September 2013.


"Dari empat provinsi se-Kalimantan dan berdasarkan peringkat nasional Maret 2014, tingkat kemiskinan penduduk Kalsel berada pada urutan ketiga," ungkap Kepala Bidang Statistik Sosial BPS provinsi setempat Agnes, di Banjarmasin, Selasa.

Sementara tiga provinsi lainnya di Kalimantan berdasarkan peringkat nasional Maret 2014, Kalimantan Tengah (Kalteng) urutan keenam, Kalimantan Timur (Kaltim) tujuh dan Kalimantan Barat (Kalbar) urutan 13.

Sebelumnya berdasarkan peringkat nasional September 2013, Kalteng urutan enam, Kaltim delapan, dan Kalbar urutan 13, ungkapnya didampingi Kepala BPS Kalsel Dyan Pramono Effendi.

Pada periode yang sama, secara persentase penduduk miskin September 2013 Kalsel 4,76 persen, Kalteng 6,23 persen, Kaltim 6,38 persen dan Kalbar 8,74 persen.

Kemudian Maret 2014 mengalami penurunan persentase, seperti Kalsel 4,68 persen, Kalteng 6,03 persen, Kaltim 6,42 persen, dan Kalbar 8,54 persen.

Khusus Kalsel selama periode September 2013 - Maret 2014, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah sebanyak 1.203 orang (dari 61.306 orang pada Sept 2013 menjadi 62.509 orang pada Maret 2014).

Sementara di daerah pedesaan Kalsel jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 2.626 orang (dari 122.993 orang pada Sept 2013 menjadi 120.367 orang pada Maret 2014).

Secara persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Sept 2013 sebesar 3,75 persen naik menjadi 3,79 persen pada Maret 2014. Kemudian dalam periode yang sama di daerah pedesaan turun dari 5,50 persen menjadi 5,33 persen.

Ia mengungkapkan, peranan komoditi manakan terhadap Garis Kemiskinan (GK) masih lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan).

Kalau pada September 2013 peranan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) terhadap GK sebesar 71,81 persen, kemudian Maret 2014 masih relatif sama, yaitu 71,71 persen, demikian Agnes. /e


Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026