Tanjung, (Antaranews Kalsel)- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Agus Musdian Noor mengatakan jumlah pemilih yang masuk Daftar Pemilih Khusus (DPK) di wilayahnya untuk pemilihan Presiden 2014 sebanyak 1.145 orang.

"Pemilih yang masuk daftar pemilih khusus tersebar di tujuh

kecamatan sebanyak 1.145 orang terdiri atas laki-laki 738 orang dan perempuan 407 orang," jelas Agus di Tanjung, Kamis.

Berdasarkan berita acara nomor 180/BA/KPU-TAB/VI/2014, jumlah pemilih khusus terbanyak di Kecamatan Murung Pudak yakni 821 orang, Tanjung 123 orang, dan Pugaan 61 orang.

Di Kecamatan Muara Harus jumlah pemilih khusus 43 orang, Upau 47 orang, Tanta 32 orang dan Kelua 8 orang.

Sedangkan lima kecamatan masing-masing Banua Lawas, Haruai, Bintang Ara, Jaro dan Muara Uya tidak ditemukan pemilih khusus.

"Mereka yang masuk daftar pemilih khusus kebanyakan belum terdaftar sebagai pemilih tetap dan pendatang dari luar Tabalong yang sudah menetap," jelas Agus lagi.

Namun jika masih ada pemilih di Tabalong yang belum terdaftar atau pemegang KTP dari luar Tabalong masih bisa menggunakan hak pilihnya pada piklpres mendatang dengan melapor ke masing-masing panitia pemilih kecamatan (PPK) untuk mendapatkan blanko A5.

Untuk Pilpres yang akan dilaksanakan 9 Juli 2014, KPU Tabalong tidak menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus untuk penghuni rumah tahanan maupun pasien rumah sakit namun memanfaatkan TPS terdekat dengan sistem TPS berjalan.

Pada Pilpres 2014, jumlah daftar pemilih tetap di Tabalong mencapai 167.874 orang, lebih banyak dibanding pemilihan umum legislatif yang hanya 166.427 orang.

Jika dibanding dengan jumlah pemilih pada Pemilu legislatif sebanyak 166.427, ada penambahan sebanyak 1.447 pemilih pada pemilu presiden yang akan dilaksanakan 9 Juli 2014.

Dalam penetapan DPT pilpres di tingkat kabupaten Tabalong, jumlah pemilih terbanyak di Kecamatan Murung Pudak yakni 31.906 orang disusul kecamatan Tanjung mencapai 25.379 orang.

Pewarta: Oleh Herlina Lasmianti
: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026