Program listrik desa kerjasama antara Dinas Pertambangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan PLN dan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah terkendala bencana longsor.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertambagan Ali Muzanie pada rapat koordinasi di kantor PLN Barabai, yang juga dihadiri oleh manajer Transmisi dan Distribusi PT PLN Kalselteng Sumaryadi, dan beberapa pejabat terkait lainnya, Senin.

"Listrik desa yang telah kita mulai pembangunannya bukannya mubazir, hanya saja terlambat penyelesaiannya karena longsor," katanya.

Kini beberapa hambatan tersebut bisa diselesaikan, sehingga proyek pembangunan listrik desa khususnya untuk desa terpencil bisa segera dilaksanakan.

Beberapa desa yang segera menikmati listrik desa tersebut antara lain warga desa Alat Kecamatan Hantakan dan beberapa desa lainnya yang hingga kini belum terjangkau oleh jaringan PLN.

"Rapat koordinasi ini untuk menyepakati mekanisme serah terima operasional (STO) antara Distamben Provinsi dan PLN serta merumuskan langkah strategis dan standarisasi pelayanan listrik perdesaan dan daerah terpencil," kata Sumaryadi.

Selain Sumaryadi rapat itu juga dihadir beberapa pejabat daerah antara lain  Sumaryadi dan Kepala Dinas Perindustrian, Pertambangan dan Energi HST Harnan Humaidi, Asisten Manager Pelayanan Pelanggan PT PLN Cabang Barabai Nanang Tribuana beserta jajaran PLN Cabang Barabai.

Hasil rapat koordinasi tersebut, kata Ali, selanjutnya akan disampaikan langsung oleh tim dengan melakukan kunjungan ke Desa Alat untuk memastikan lokasi sekaligus juga sosialisasi bahwa progam listrik desa telah rampung secara teknis dan administrasi.

Diharapkan, kahadiran listrik desa di desa terpencil mampu merangsang tumbuhnya perekonomian desa baik itu kerajinan dan usaha kecil menengah lainnya yang bersumber dari pemberdayaan tenaga listrik.

Selama ini masyarakat pedalaman sangat mendambakan perbaikan hidup dan menikmati hasil pembangunan daerah, antara lain tersedianya infrastruktur jalan untuk membuka isolasi dan penerangan atau listrik.

Keterbatasan jaringan listrik sering menghambat warga pedalaman untuk bisa melakukan aktivitas di malam hari, juga menghambat belajar anak-anak usia sekolah serta kurang terjaminnya keamanan lingkungan.(fat/B)





Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026