....pengawas membagikan soal secara terpisah, yaitu soal nomer 1-11 dan dilanjutkan dengan soal nomer 39-50".
Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Peserta Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sempat kebingungan karena sebagian soal tidak lengkap dan sebagian lagi terdapat soal yang dobel atau tercetak dua kali.

Adanya soal yang tidak lengkap dan dobel pada pelaksanaan UN hari pertama, Senin di kota itu membuat sebagian besar siswa bingung sehingga sempat terjadi kegaduhan pada saat pelaksanaan UN tersebut.

Beruntung, kondisi tersebut bisa segera dikendalikan oleh tim pengawas dan panitia ujian, dengan membagikan paket soal ujian ke dua yang ternyata belum terbagi secara lengkap kepada para siswa.

Kebingungan siswa terjadi, karena pengawas membagikan soal secara terpisah, yaitu soal nomer 1-11 dan dilanjutkan dengan soal nomer 39-50.

Panitia UN SMPN I Banjarbaru, Musdyana mengatakan, pelaksanaan ujian nasional hari pertama memang cukup membuat tim pengawas kalang kabut, karena ada sebagian pengawas tidak membagi soal secara lengkap, dan adanya paket soal kurang.

Selain itu, ada paket soal nomer 13-16 kosong, sehingga panitia terpaksa harus mencarikan ganti soal yang lengkap.

"Beruntung ada ruangan ujian yang seharusnya diisi oleh 20 peserta, hanya diisi 11 orang peserta, sehingga masih ada paket soal yang tidak terpakai," katanya.

Kondisi tersebut, tambah dia, cukup menyulitkan petugas, karena pada saat petugas sudah harus konsentrasi mengawasi, justru harus hilir mudik mencari tambahan soal ke ruangan yang kelebihan paket soal.

Kendati sempat terjadi kegaduhan, beberapa siswa mengaku tidak terganggu dengan persoalan tersebut, dan bisa mengerjakan soal bahasa Indonesia dengan baik.

"Iya tadi sempat bingung karena soalnya pada awalnya tidak lengkap, namun setelah dibagi paket soal ke dua, dan dijelaskan oleh pengawas, semuanya berjalan dengan baik," kata Pratiwi peserta UN dari SMPN 1.

Pelaksanaan ujian nasional SLTP sederajat, selain mendapatkan pengawasan cukup ketat, dari pihak terkait, juga mendapatkan pengawasan dari 14 orang anggota DPR-RI bersama dengan lima staf anggota DPR-RI, yang meninjau beberapa sekolah yang melaksanakan ujian nasional.

Para anggota DPR-RI tersebut, ingin memastikan bahwa pelaksanaan ujian nasional di Kalimantan Selatan berjalan dengan lebih baik dan lancar.

Para anggota DPR-RI yang sidak tersebut, didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Ngadimun dan beberapa tim terkait lainnya.

Pewarta: Ulul Maskuriah
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026