Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antara) - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kalimantan Selatan tahun 2014 diwarnai unjukrasa dari sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menamakan diri Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan, di Banjarmasin, Jumat.

Aksi unjukrasa Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (eLSISK) Kalsel itu menuntut penyamarataan kurikulum pendidikan dari pusat hingga daerah di Indonesia.

Selain itu, optimalisasi penggunaan dana pendidikan sebesar 20 persen dari APBN maupun APBD, serta realisasi sarana dan prasarana pendidikan di seluruh Indonesia.

Tuntutan lain eLSISK yang berunjukrasa di DPRD Kalsel itu, agar pemerintah atau aparat berwenang menindak tegas oknum tenaga pendidikan yang mencoreng nama baik pendidikan di Indonesia.

Pengunjukrasa tersebut juga meminta wakil rakyat agar lebih maksimal melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan pendidikan agar menghasilkan mutu yang terbaik.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kalsel H Riwandi menyatakan, pada prinsipnya sependapat dengan harapan atau tuntutan pengunjukrasa yang menggunakan kostum/baju hitam itu.

"Bahkan kalau bicara anggran pendidikan, Kalsel sudah mengalokasikan 22 persen atau lebih besar dari ketentuan minimal persentasi secara nasional, yang masih pada kisaran 20 persen," ujar anggota DPRD provinsi tersebut.

"Kalau masalah-masalah lain, mari kita awasi bersama agar tujuan pendidikan kita tercapai, sesuai harapan kita semua," ajaknya didampingi rekannya sesama Wakil Ketua DPRD Kalsel Farhurrahman.

Sementara itu, Fathurrahman menyatakan prihatin dengan kondisi pendidikan sekarang yang terkesan carut-marut, seperti masalah kurikulum dan ujian nasional, yang bukan saja membuat bimbang peserta didik, tapi juga guru.

Selain itu, sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai, terutama untuk daerah-daerah, terlebih lagi pada daerah terpencil, yang baik secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap hasil pendidikan tersebut.

"Keadaan tersebut tak bisa kita biarkan sampai berlarut-larut. Karenanya saya juga sependapat dengan tuntutan eLSISK sebagai salah satu upaya/perjuangan pemerataan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan," demikian Fathurrahman.

Dalam aksi demo tersebut, pengunjukrasa membawa beberapa buah poster, antara lain bertuliskan "Selamatkan Pendidikan Indonesia" dan "Tindak Tegas Oknum Pendidikan Yang Mencoreng Nama Baik Pendidikan".

Sebelum mendatangi "Rumah Banjar" (Gedung DPRD Kalsel), pengunjukrasa tersebut melakukan orasi di perempatan Jalan Lambung Mangkurat dan Jalan Pangeran Samudera atau dekat Kantor Pos Besar Banjarmasin.

Sedangkan di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Jalan Panglima Sudirman Banjarmasin berlangsung peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2014 yang bertemakan "Pendidikan Untuk Peradaban Indonesia yang Unggul".


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026