Oleh Rusmanadi

Tanjung, 1/5 (Antara) - Sebanyak 40 siswa peserta ujian nasional tingkat sekolah menengah pertama di Tabalong, Kalimantan Selatan berada di wilayah terpencil.

  Kepala bidang pendidikan lanjutan dan menengah (Diklamen) Dinas Pendidikan Tabalong, Sujadi, Kamis, untuk 8 siswa dari SMP Negeri 4 Muara Uya di Desa Salikung akan digabung dengan SMP Negeri 1 Muara Uya.

"Ada tiga sekolah penyelenggara UN yang berada di wilayah terpencil dengan akses yang cukup sulit yakni SMP Negeri 4 Haruai, SMP Negeri 5 Haruai dan SMP Negeri 5 Bintang Ara sedangkan untuk peserta dari SMP Negeri 4 Muara Uya kita gabung dengan SMP Negeri 1 Muara Uya," jelas Sujadi di Tanjung.

Untuk peserta UN di SMP Negeri 4 Haruai di Desa Misim sebanyak 15 orang, SMP Negeri 5 Haruai di Desa Panaan 7 orang, SMP Negeri 5 Bintang Ara di Desa Dambung 10 orang dan SMP Negeri 4 Muara Uya di Desa Salikung 8 orang. 00

 Rencananya distribusi soal untuk sekolah di wilayah terpencil, Sabtu dengan pengawalan dari Polsek setempat dibantu Polres Tabalong.

Termasuk naskah soal UN untuk kecamatan lainnya juga mulai dilaksaankan Sabtu ke tiap-tiap polsek.

"Distribusi soal kita lakukan serentak pada 3 Mei termasuk untuk wilayah terpencil di Kecamatan Bintang Ara dan Haruai," jelas Sujadi.

Sementara itu sebanyak 106 kotak naskah soal susulan juga sudah tiba di Tabalong dan masih diamankan di kantor Polres Tabalong.

Sebelumnya sebanyak 86 kotak naskah soal UN tingkat SMP dan sederajatnya tiba lebih dahulu.



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026