Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia daerah pemilihan Kalimantan Selatan antara HM Sofwat Hadi dan Abdussani masih kejar-kejaran dalam perolehan suara pada Pemilihan Umum legislatif tahun 2014.


Penghitungan sistem cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel Senin hingga puluk 21.00 Wita menunjukkan, calon DPD-RI asal provinsi tersebut masing-masing H Gusti Farid Hasan Aman (petahana), Habib Abdurhman Bahasyim dan Habib Hamid Abdullah (petahana) tetap berada teratas.

Namun calon DPD-RI asal "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel itu antara Abdussani (akrab disapa Sani) aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Sofwat Hadi, mantan Kadispen Polda Jatim itu, masih kejar-kejaran dalam perolehan suara.

Dari sistem penghitungan cepat tersebut Gusti Farid, putra almarhum Gusti Hasan Aman (Gubernur Kalsel) atau mantu dari HM Said (Gubernur Kalsel dua periode) mendapat suara 20,5 persen.

Kemudian Habib Abdurahman, pemimpin majelis taklim atau pengajian di Kota Banjarmasin mendapatkan suara 16,2 persen, dan Habib Hamid, alumnus Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin 14,2 persen.

Sementara Sofwat (petahana) 6,4 persen atau kembali berada di atas Sani yang mendapat 5,9 persen. Sebelumnya berdasarkan penghitungan cepat pada Minggu (13/4) hingga pukul 21.00 Wita Sani mendapat 6,3 persen dan Sofwat 5,2 persen.

Dari Kalsel ada 17 calon DPD-RI, dengan perolehan suara sementara pada Senin hingga pukul 21.00 Wita, sesudah Sani menyusul Ahmad Husaini 5,4 persen, Antung Fatmawati (perempuan) 4,8 persen, dan Husaini Aliman 4,6 persen.

Kemudian seorang aktivis lingkungan hidup Berry Nahdian Forqan 4,1 persen, Anang Rosadi Adenansi 4,0 persen, Yuria Wati Zai Rose (perempuan) 3,6 persen, dan H Mansyah Sabri 2,8 persen.

  Calon anggota DPD lain yaitu Nasib Alamsyah 2,4 persen, M Suriani Siddiq 2,3 persen, Titin Agustina (perempuan) 1,3 persen, Sumiadi Burhan 0,8 persen, dan Masderiansyah 0,7 persen.   


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026