Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah, calon anggota DPD-RI daerah pemilihan Kalimantan Selatan berjanji akan memperjuangkan nasib nelayan di provinsi tersebut kalau dirinya terpilih pada Pemilihan Umum 2014.
"Kita berharap nasib nelayan ke depan lebih baik lagi. Untuk itu perlu perjuangan, dan perjuangan tersebut melalui pemerintah pusat," ujarnya saat berada di kampung nelayan Desa Rampa Kotabaru (300 km timur Banjarmasin), Jumat siang.
"Kita semua tentu tidak ingin nelayan menderita berkepanjangan. Apalagi para nelayan itu juga tulang punggung kehidupan masyarakat, terutama dalam pemenuhan pangan, berupa daging ikan," lanjut pensiunan perwira menengah TNI-AD tersebut.
Ia memperkirakan, nasib nelayan di "Bumi Sa-ijaan" Kotabaru, tidak jauh beda dengan daerah lain di seluruh Indonesia, yang masih jauh dari sejahtera.
"Padahal mereka (para nelayan) itu juga penyumbang devisa negara, walau tidak sebesar usaha-usaha besar lainnya," ujar Nasib Alamsyah yang sekarang Ketua DPRD Kalsel.
Mantan Komandan Korem Bone, Sulawesi Selatan itu mengaku, turut bersedih atas penderitaan para nelayan yang belum banyak tersentuh pemerataan keadilan pembangunan sampai pedesaan daerah terpencil.
"Sementara alokasi pembagian APBN sebagian besar atau sekitar 70 persen berada di tingkat pusat, dan sisanya 30 persen dibagi-bagi untuk semua provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia," ujar calon anggota DPD-RI dapil Kalsel dengan nomor urut 14 itu.
"Jadi apa mungkin dengan alokasi 30 persen APBN dapat menyentuh pembangun pedesaan guna memakmurkan dan menyejahterakan masyarakatnya," lanjut alumnus Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1973 atau seangkatan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (kini Presiden RI) tersebut.
Oleh sebab itu, "anak kolong" (prajurit TNI-AD) tersebut menyarankan, agar pola pembagian APBN secara adil atau lebih banyak porsi daerah, guna peningkatan pemerataan pembangunan, yang pada gilirannya kita harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Saran atau usul saya itu cukup beralasan, karena kabupaten/kota menyelenggarakan puluhan urusan pemerintahan/pembangunan, sedang pemerintah pusat cuma lima urusan," demikian Nasib Alamsyah.
Sementara itu, Ketua Kelompok Penangkap Ikan Karya Muda Desa Rampa Kotabaru Junaidi menyambut gembira kunjungan silaturahmi Nasib Alamsyah yang mencalon anggota DPD-RI asal Kalsel.
Laki-laki berusia 48 tahun atau ayah dari tiga anak itu berharap, agar para wakil rakyat, baik yang berada di tingkat daerah maupun pusat bukan sekedar memperhatikan, tapi memperjuangkan nasib para nelayan.
Dalam silaturhami tersebut, dia mengungkapkan berbagai permasalahan yang selama ini dalam usaha mereka menangkap ikan atau melaut, antara lain alat tangkap yang cukup mahal.
Selain itu, pemasaran hasil tangkapan yang kurang seimbang, yaitu harga murah saat menjual, sementara pembiayaan cukup tinggi, sehingga keuntungan tipis sekali.
"Untuk permasalahan tersebut melalui perjuangan wakil-wakil rakyat, bagaimana cara agar pemerintah memperhatikan dan memberikan bantuan, agar para nelayan juga bisa menikmati kesejahteraan," demikian Junaidi.
Pada kesempatan terpisah, Minah, sebagai penampung hasil tangkapan ikan dari nelayan Rampa tersebut mengemukakan keluhan yang sama, dan berharap, agar pemerintah bisa memberikan bantuan modal usaha.
"Modal usaha itu, selain untuk membeli hasil tangkapan ikan, juga membeli garam dengan jumlah banyak. Karena kalau membeli garam dengan jumlah banyak harganya bisa lebih miring," ujarnya.
Sebagai contoh harga garam dalam jumlah sedikit atau membeli dari tangan kedua mencapai Rp80.000/sak (isi sekitar 30 kilogram), tapi kalau langsung membeli di kapal cuma sekitar Rp50.000/sak, demikian Minah.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.