Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, segera melakukan penelusuran ke KPU se-Kalsel, untuk mencari kelebihan formulir, karena hingga saat ini Kotabaru belum mendapatkan formulir C1 dan formulir yang lainnya.
Divisi Rumah Tangga Komisi Pemilihan Umum Kotabaru, H Nur Zazin, MA, di Kotabaru, Selasa, mengatakan, KPU Kotabaru kini tengah menyusun rencana untuk mendatangi KPU-KPU di Kalsel.
"Tujuannya, pertama mungkin formulir untuk KPU Kotabaru disitribusikan nyasar ke KPU lain, dan kedua, mungkin KPU yang didatangi ada kelebihan formulir," ujar Zazin.
Karena hingga saat ini, ujar dia, KPU Kotabaru belum mendapatkan pengiriman formulir dari percetakan, KPU Provinsi maupun KPU pusat.
Sementara logistik lainnya selain formulir, sudah dikirimkan ke Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK), atau Panitia Pemungutan Suara (PPS), di 21 kecamatan di Kotabaru.
Ia berharap, apabila ada KPU di 12 kabupaten/kota di Kalsel, memiliki formulir lebih.
Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kotabaru, M Erpan didampingi, Divisi Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotabaru Grace Y Lengkey, menuturkan, pihaknya terpaksa mendistribusikan Logisltik Pemilu Legislatif 2014 ke 21 kecamatan dengan tidak lengkap.
"Kami terpaksa mendistribusikannya, meskipun masih ada formulir untuk DPD, dan DPR serta formulir pelaporan untuk semuanya hingga kini belum dikirim dari perusahaan percetakan ke Kotabaru," kata dia.
"Setelah sampai di Kotabaru, formulir tersebut tidak bisa langsung didistribusikan ke Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK), atau Panitia Pemungutan Suara (PPS), karena masih harus ditempeli dengan hologram terlebih dahulu, baru didistribusikan," paparnya.
 Sementara itu, formulir yang belum diterima oleh KPU Kotabaru, di antaranya formulir jenis C1-C6 untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sebanyak 225.252 lembar, kertas segel 38.500 lembar, dan 3.448 buah sampul untuk anak kunci.  Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.