Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Calon anggota DPD-RI Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah daerah pemilihan Kalimantan Selatan akan memperjuangkan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk provinsinya bila terpilih menjadi anggota legislatif tingkat pusat tersebut.

Calon anggota DPD-RI dengan nomor urut 14 daerah pemilihan (dapil) Kalsel itu menyatakan hal tersebut saat menemui Retail Fuel Marketing Region Manager VI Pertamina Asep Wicaksono Hadi, di Banjarmasin, Kamis.

Karena, menurut pensiunan perwira menengah TNI-AD itu, persoalan bahan bakar minyak (BBM) atau energi (termasuk gas elpiji) tampaknya menjadi masalah berkepanjangan di Kalsel yang kini terdiri 13 kabupaten/kota dan berpenduduk lebih dari empat juta jiwa tersebut.

Oleh sebab itu, sebagai bahan untuk perjuangan di tingkat pusat nanti, mantan Komandan Korem Bone, Sulawesi Selatan tersebut menemui pimpinan Pertamina di Banjarmasih terlebih dahulu guna menghimpun data atas kebutuhan BBM di Kalsel.

"Tanpa data, kita sulit bicara, apalagi untuk memperjuangkan kebutuhan BBM Kalsel secara riil, sehingga bisa menekan atau mengurangi permasalah," lanjut Nasib yang kin Ketua DPRD tingkat provinsi tersebut.

"Dengan memiliki data, maka kita lebih mudah bicara dan memperjuangkannya di tingkat pusat. Karena, apa yang kita kemukakan tidak mengada-ada, tapi berdasarkan data," demikian Nasib Alamsyah.

Sementara itu Retail Fuel Marketing Region Manager VI Pertamina menyatakan, pada dasarnya persediaan BBM seperti jenis solar tidak masalah berapapun keperluannya, asalkan yang nonsubsidi.

Karenanya pula dia mempertanyakan, apakah seringnya kosong solar bersubsidi di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel dikarenakan penyimpangan peruntukan, bukan cuma untuk angkutan penumpang umum.

"Sebab kalau hanya untuk bahan bakar angkutan penumpang umum, jatah solar bersubsidi di Kalsel juga tidak masalah, sebagaimana halnya premiun selalu tersedi," lanjutnya di ruang kerjanya saat menerima kunjungan Nasib Alamsyah, calon.anggota DPD-RI asal Kalsel.

Mengenai kunjungan calon anggota DPD-RI tersebut, dia menilai positif, apalagi kunjungannya dalam rangka menghimpun data dan permasalah BBM di Kalsel untuk diperjuangkan di tingkat pusat.

"Karena dalam masalah BBM ini, terlebih BBM bersubsidi kami tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali melaksanakan tugas yang ketentuan atau kebijakan pemerintah pusat," demikian Asep.

Kunjungan alumnus Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1973 itu ke Pertamina untuk mendapatkan data permasalahan BBM di Kalsel tersebut juga bagian dari rangkaian kampanye dirinya sebagai calon anggota DPD-RI pada Pemilu 2014. 


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026