Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan menginginkan perbaikan sistem pelayanan kelistrikan, terutama di provinsinya.
Keinginan itu dia sampaikan saat bertemu General Manager (GM) PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) Mursalin di Banjarbaru, Kalsel, Kamis, sembari meminta data permasalahan kelistrikan di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut.
Pasalnya menurut Nasib yang kini Ketua DPRD Kalsel itu, penyelesaian persoalan kelistrikan di provinsinya seakan tak pernah pupus, seperti ketersediaan daya (energi) serta keadan listrik yang masih sering "byarpet" (hidup mati).
Sementara kelistrikan di Pulau Jawa seakan tak ada masalah, seperti berapapun kebutuhan daya untuk perhotelan selalu terpenuhi, berbeda dengan di Kalsel, lanjut pensiunan perwira menengah TNI-AD itu.
"Padahal Kalsel merupakan lumbung energi yang bisa mendatangkan daya listrik untuk pemenuhan kebutuhan setempat. Tapi ironisnya justru daerah yang merupakan lumbung energi, masih kekurangan daya listrik," lanjutnya.
Ketika pertemuan dengan GM PLN Kalselteng tersebut, mantan Komandan Korem Bone, Sulawesi Selatan itu mempertanyakan, kapan "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel terbebas dari krisis listrik atau mengalami surplus daya energi listrik?
"Kalau terpilih manjadi anggota DPD-RI, maka saya akan bantu perjuangkan untuk percepatan peningkatan pembangunan kelistrikan di Kalsel di tingkat pusat," demikian Nasib Alamsyah.
Sementara itu dari manajemen PLN Kalselteng menyatakan, berdasarkan perencanaan wilayah dua provinsi bertetangga tersebut akan mengalami surplus daya listrik sekitar tujuh tahun lagi.
"Bila perencanaan pembangunan pembangkit tenaga listrik untuk Kalselteng pada tahun 2021, maka kita akan mengalami surplus daya listrik. Karena cadangan daya energi listrik pada 2021 nanti sekitar 50,60 persen dari daya terpakai." ungkapnya.
"Kini daya enegeri listrik wilayah Kalselteng yang terpakai atau pada saat beban puncak, yaitu pukul 18.00 - 22.00 waktu setempat sebesar 483 Mega Watt (MW). Dan kini kita sedang menunggu pembangunan dua Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kalteng," demikian Mursalin.
Kunjungan mantan Komanden Korem Bone, Sulawesi Selatan itu ke PLN Kalselteng itu untuk mendapatkan data permasalahan kelistrikan di Kalsel tersebut juga bagian dari rangkaian kampanye dirinya sebagai calon anggota DPD-RI pada Pemilu 2014.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.