Oleh Ulul Maskuriah

Banjarmasin,  (Antaranews.Kalsel) - Tujuh perguruan tinggi swasta di Kalimantan Selatan, kembali menerima dana hibah dari Pemerintah Provinsi sebagai salah satu upaya pemerintah untuk membantu dunia pendidikan dalam meningkatkan sumber daya manusia.

Penyerahan dana hibah sebesar Rp2,4 miliar lebih tersebut, dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin di kampus STIA Bina Banua Banjarmasin, Senin.

Menurut Gubernur, melalui dana yang bersumber dari APBD Provinsi tersebut, perguruan tinggi di Kalsel bisa berperan dalam mengembangkan dan mencetak sumber daya manusia daerah, menjadi lebih baik dan terdidik.

Jumlah dana yang diterima ke tujuh PTS bervariasi yakni, STIA Bina Banua Banjarmasin mendapat Rp795 juta, STEI Indonesia Banjarmasin mendapat Rp215 juta, STIMI Banjarmasin Rp215 juta, Uniska Banjarmasin Rp90 juta, STIMIK Banjarbaru Rp350 juta, Akademi Analis Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru senilai Rp500 juta, dan ASMI Citra Nusantara Banjarmasin sebanyak Rp250 juta.

"Jumlah dana yang diberikan melihat isi proposal dan kemampuan dana alokasi dana di APBD Kalsel 2014," kata Gubernur usai menyerahkan hibah secara simbolis kepada pihak PTS.

Menurut dia, pembiayaan kegiatan PTS pada dasarnya, bukan tanggung jawab pemerintah provinsi, namun dibebankan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional.

Namun, tambah dia, sebagai bentuk komitmen memajukan pendidikan di daerah, Pemerintah Pvovinsi Kalsel berupaya menyediakan dana untuk keperluan itu, termasuk untuk perguruan tinggi negeri yakni Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dan IAIN Antasari Banjarmasin.

"Ini sebagai komitmen kita untuk mendukung dunia pendidikan, termasuk dengan mengalokasikan dana 20 persen bidang pendidikan," katanya.

Namun demikian, kata Gubernur, dana hibah yang diberikan harus dimanfaatkan sesuai isi proposal yang disampaikan, dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan.

"Sering kali kita yang memberi hibah turut disalahkan, bila terjadi penyimpangan dari kegiatan pelaksanaan proyek yang dananya dari dana hibah," Katanya.

Ketua STIA Bina Banua Banjarmasin, Geriliansyah Baserindu mengatakan, dana hibah yang diberikan Pemprov Kalsel akan digunakan untuk penambahan gedung sesuai isi proposal yang disampaikan.

Hanya saja, karena dana yang diberikan hanya Rp795 juta dari usulan Rp2,5 miliar, maka gedung yang dibangun disesuaikan dengan kemampuan biaya yang ada ditambah dari dana yayasan.

Sebelumnya, Pemprov Kalsel menyerahkan dana hibah kepada Unlam Banjarmasin sebesar Rp4,4 miliar. Hibah diberikan Pemprov Kalsel setiap tahun dalam upaya memberikan dukungan untuk peningkatan pendidikan berupa fisik dan sebagainya.

Pada 2010, Pemprov memberikan dana hibah ke Unlam sebesar Rp22,4 miliar, kemudian 2011 sebesar Rp10 miliar lebih, 2012 sebesar Rp7,15 miliar dan 2013 sebesar Rp9 miliar lebih dan terakhir Rp2014 sebesar Rp4,4 miliar.

Dia mengatakan, peningkatan sumber daya manusia kini menjadi salah satu fokus pembangunan di Kalsel, mengingat hanya dengan sumber daya manusia yang lebih baik, maka laju pertumbuhan pembangunan, ekonomi dan kesehatan akan jauh lebih baik.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026