Tenaga medis dan peralatan yang memenuhi standar sudah disiapkan, juga pendataan keluarga penerima manfaat JPS dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sudah direncanakanBanjarbaru (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarbaru membahas kesiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diberlakukan Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Pembahasan dilakukan melalui rapat kerja di ruang rapat paripurna DPRD, Rabu mengundang Wali Kota Nadjmi Adhani dan jajaran untuk menjelaskan kesiapan memberlakukan pembatasan sosial bagi masyarakat tersebut.
Sejumlah anggota dewan mengajukan pertanyaan melalui forum rapat yang dipimpin Ketua DPRD Fadliansyah dan Wakil Ketua DPRD Nafsiani Samandi sehingga terungkap berbagai masalah menjelang pelaksanaan PSBB.
Ketua Komisi I HR Budiman meminta, para tenaga medis di pusat layanan kesehatan harus dilengkapi peralatan standar khususnya Alat Pelindung Diri (APD) sehingga mereka terhindar dari penularan virus Corona.
"Kami minta mereka diberikan APD sesuai standar baik baju seragam atau hazmat maupun masker N125 yang berfungsi untuk mencegah penularan virus saat melayani pasien terinfeksi," ujarnya.
Anggota dewan lain Ririk Sumari meminta, masyarakat yang menjadi penerima manfaat Jaring Pengaman Sosial (JPS) terkait PSBB harus benar-benar tepat sasaran sehingga tidak menimbulkan keluhan.
"Kami banyak menerima keluhan masyarakat karena tidak masuk penerima manfaat padahal tergolong masyarakat kurang mampu dan sangat terdampak COVID-19 sehingga pendataan harus akurat," pesannya.
Sementara, Neni Indriawati memberi masukan, agar PSBB di Banjarbaru jangan terfokus di pusat perkotaan, melainkan jalan-jalan yang berbatasan dengan kabupaten/kota lain, terutama perumahan di dekat perbatasan itu.
"Pengawasan di perbatasan harus diperketat sesuai tujuan PSBB untuk membatasi keluar masuk orang dan aktivitas jual beli di pasar tradisional, juga diterapkan jam operasional agar tidak terjadi kerumunan," ucapnya.
Wali Kota Nadjmi Adhani mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan selama PSBB diberlakukan mulai bidang kesehatan, jaring pengaman sosial hingga upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Tenaga medis dan peralatan yang memenuhi standar sudah disiapkan, juga pendataan keluarga penerima manfaat JPS dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sudah direncanakan," katanya.
Pewarta: Yose RizalEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.