Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, kembali memprogramkan pencetakan sawah baru seluas 500 hektare untuk meningkatkan produksi beras lokal.
Kepala Dinas Pertanian Kotabaru Hairudin di Kotabaru, Selasa, mengatakan program tersebut menggunakan dana APBN 2014 sekitar Rp4,8 miliar.
"Cetak sawah baru tersebut ditempatkan di tujuh desa, enam kecamatan," katanya didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kotabaru Joko Pitoyo.
Program itu, meliputi Kelompok Tani "Jaya Bersama" di Pulaulaut Tengah, seluas 50 hektare, "Serantang Seruntung" Kelumpang Barat seluas 70 hektare, "Karya Bersama" Pulaulaut Selatan seluas 80 hektare, dan "Subur Tani" Sungai Durian seluas 100 hektare.
Selain itu, Kelompok Tani "Bakti Membangun" Pamukan Utara seluas 100 hektare, "Subur Mulya" Pamukan Utara seluas 90 hektare, dan "Gunung Ulin" Pamukan Selatan, seluas 10 hektare.
Joko mengatakan dari 500 hektare cetak sawah baru tersebut, terdiri atas 235 hektare dengan kondisi lahan berat dan 265 hektare dalam kondisi lahan ringan.
Di areal dengan kondisi berat, kata dia, pemerintah mengalokasikan dana cetak sawah berikut untuk modal tanam hingga panen sebesar Rp10,6 juta per hektarea dan kondisi lahan ringan dana yang disiapkan sebesar Rp8,9 juta.
Hairudin mengatakan untuk APBD 2013, Dinas Pertanian Kotabaru juga mencetak lahan sawah baru seluas 700 hektare.
"Kami memprioritaskan kelompok tani yang sudah berhasil yang bisa memperoleh program bantuan cetak sawah ini," ujarnya.
Pada APBD 2012, Pemkab Kotabaru mendapat dana dari pemerintah pusat sebesar Rp7,5 miliar untuk mencetak 1.000 hektare sawah.
Tujuan dari perluasan cetak sawah baru tersebut, untuk menjadikan Kotabaru sebagai kabupaten yang berswasembada beras.
Pada APBD 2011, Dinas Pertanian Kotabaru juga sudah melaksanakan program pencetakan lahan sawah baru seluas 950 hektare yang terdiri atas lahan basah dan lahan kering.
Cetak sawah tersebut didukung dengan APBD dan APBN yang besarnya sekitar Rp6,250 miliar.
Dengan pembukaan lahan baru tersebut, pihaknya berharap program swasembada beras akan segera terealisasi secepatnya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.