Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kalimantan Selatan tidak memargetkan target calon anggota legislatif (caleg) jadi wakil rakyat dari partainya pada Pemilu 2014.
"Kita tidak menargetkan caleg jadi. Sebab kalau target tak tercapai bisa kecewa dan membuat tuduhan yang bukan-bukan," ujar Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel H Abidin, usai menerima kunjungan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) provinsi setempat, Kamis.
"Walau tidak punya target, kita juga berharap ada caleg untuk tingkat pusat yang jadi, sehingga memperkuat perolehan suara Gerindra dalam menghadapi pemilihan presiden (Pilpres) nanti," lanjutnya menjawab Antara Kalsel.
Pada Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif 2014, setidaknya ada empat caleg tingkat pusat yang menjadi harapan Gerindra Kalsel untuk bisa masuk ke "Senayan" (anggota DPR-RI) masin-masing mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Brigjen Pol (Purn) Taufik Efendi.
Selain itu, mantan Wali Kota Banjarmasin HA Yudi Wahyuni, kemudian dua mantan bupati di Kalsel, yaitu H Sjachrani Mataja (mantan Bupati Kotabaru) serta H Saiful Rasyid (mantan Bupati Hulu Sungai Tengah/HST).
Pensiunan jenderal polisi bintang satu yang mantan anggota DPR-RI dari Partai Demokrat itu bersama mantan Bupati HST tersebut masuk daftar caleg tetap (DCT) daerah pemilihan (dapil) Kalsel 1 yang mendapat jatah enam orang.
Dapil Kalsel 1 tersebut meliputi Kabupaten Barito Kuala (Batola), Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), HST, Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong.
Sedangkan di dapil Kalsel 2 caleg pusat dari Gerindra yaitu Yudhi Wahyuni dan Sjachrani Mataja, berusaha mendapatkan suara pada Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Kotabaru.
Pada Pemilu 2009 Gerindra Kalsel tak berhasil mengantarkan calegnya ke Senayan. Sementara dari 11 jatah keanggotaan DPR-RI untuk Kalsel sebagai pemenang Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing dua orang.
Kemudian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN) masing-masing satu orang.
Semua anggota DPR-RI dapil Kalsel pada Pemilu 2009 itu kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif tingkat pusat melalui asal partai politik (parpol) masing-masing, kecuali Bambang dari PKB pindak ke Partai Golkar, serta Taufik Efendi asal Demokrat lewat Gerindra.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.