Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Manajemen Perusahaan Listrik Negara (PLN)Cabang Kotabaru, Kalimantan Selatan, periode 2014 menargetkan pemasangan sambungan untuk 15.000 pelanggan baru.
"Jika selama 2013 kita berhasil melayani penyambungan baru sebanyak 14.232 pelanggan, maka periode 2014 kita targetkan 15.000 sambungan baru," kata Manager PT PLN Cabang Kotabaru Basuki Rahman, di Kotabaru Jumat.
Basuki optimistis, target pemasangan sambungan baru tersebut akan dicapai, meski pihaknya harus kerja keras.
"Karena apabila tidak tercapai, pimpinan akan mempertimbangkan kinerja kita di lapangan," ujarnya.
Pelanggan baru tersebut, ujar Basuki, diutamakan bagi pelanggan rumah tangga dari masyarakat Kotabaru, Tanah Bumbu dan sebagian Tanah Laut, yang masih masuk cakupan wilayah kerja PT PLN Cabang Kotabaru.
Selain menargetkan melayani pemasangan sambungan kepada pelanggan baru, PLN Kotabaru kini tengah meningkatkan pelayanan di beberapa daerah kecamatan dari 5-12 jam akan ditingkatkan menjadi 24 jam.
"Tidak akan ada lagi pelanggan PLN yang hanya menikmati listrik enam jam atau 12 jam, tetapi semuanya sudah 24 jam," terangnya.
Tekad meningkatkan pelayanan dan memperluas layanan tersebut, merupakan komitmen PLN Cabang Kotabaru terhadap program percepatan pemerataan pembangunan di daerah.
Dengan meningkatnya pelayanan dan luasnya jaringan, PLN berharap akan terbuka peluang berusaha dan tumbuhnya industri mikro kecil dan menengah di daerah.
"Bagaimana tidak, apabila sudah tersedia listrik 24 jam, maka akan tumbuh peluang usaha masyarakat dengan sendirinya," ucap Basuki.
Mendukung peningkatan pelayanan dan perluasan jaringan, PLN kini telah menginterkoneksikan jaringan listrik Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu dengan Barito, yang juga melayani listrik Kalselteng.
PLN Cabang Kotabaru juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan di Kotabaru dan Tanah Bumbu yang kelebihan daya, dan akan dioperasikannya power plant 2X7 MW di Sigam, Kotabaru.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.