Barito Kuala, (Antaranews Kalsel) - Calon legislatif DPR RI H Indro Hananto dari Partai Golkar daerah pemilihan Kalimantan Selatan I, berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Komitmen calon anggota legislatif (caleg) itu disampaikan di sela-sela sosialisasi di Desa Tabunganen Tengah, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel, sekitar 45 km barat Banjarmasin, Kamis.
Sukses dalam dunia usaha, bukan membuat Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalsel itu tidak peduli dengan pendidikan di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" ini.
Menurut calon anggota DPR-RI daerah pemilihan (dapil) Kalsel I itu, mutu pendidikan di kota dan perdesaan harus sama atau merata, jangan karena letaknya di desa lantas mengurangi kualitas pendidikan.
"Dari pengamatan selama ini, pada umumnya rendahnya mutu pendidikan di perdesaan karena faktor orang tua yang kurang mendorong anaknya untuk memberikan kesempatan bersekolah," ungkapnya.
Persoalan itu, lanjut caleg dengan nomor urut lima (5) tersebut, bisa karena faktor ekonomi yang kurang mendukung, sehingga lebih mementingkan bertahan hidup dari pada menyekolahkan anak untuk mencapai cita-citanya.
"Hal tersebut, jika tidak segera mendapatkan perhatian yang lebih baik lagi, maka pendidikan di perdesaan akan semakin ketinggalan," lanjut menantu Haji Abdussamad Sulaiman HB (Ketua DPD Partai Golkar Kalsel) itu.
Ia berharap, melalui sosialisasi sejumlah kader Partai Golkar, juga dapat memberikan motivasi kepada warga perdesaan agar orangtuannya lebih mementingkan pendidikan anak-anak mereka.
"Apalagi mereka (anak-anak itu) generasi penerus yang tentunya mempunyai segudang cita-cita, dan hal itu harus didorong oleh orang tua agar mampu menggapai harapannya saat tumbuh dewasa," ujarnya.
"Jika bukan dari dorongan orang tua, lalu dengan siapa lagi, dan kalau tidak sekarang, kapan lagi? Maka saat inilah harus membimbing mereka," lanjutnya di hadapan warga masyarakat Desa Tabunganen Tengah, Kecamatan Tabunganen, Batola.
Ia juga berharap, peningkatan kualitas pendidikan di perdesaan Kalsel melalui proses belajar mengajar, dan hal ini juga tidak terlepas dari mutu pengajarnya.
"Pengajar atau guru yang berkualitas tentu akan memberikan dampak yang baik pula pada murid-murid atau peserta didiknya," demikian Indro.
Dalam acara sosialisasi itu turut serta hadir Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel, H Hasanuddin Murad beserta caleg DPRD provinsi Hj Noormilyani AS dan caleg DPRD Kabupaten Batola, Jurmiah serta Abdul Hakim.
Tak ketinggalan calon Dewan Perwakilan Daerah Republik Indinesia (DPD-RI) Achmad Husaini yang turut melakukan sosialisasi.
Pada Pemilu Legislatif 2014, Provinsi Kalsel yang terdiri 13 kabupaten/kota, untuk calon DPR-RI terbagi dua dapil, dengan jatah keseluruhan 11 orang.
Untuk dapil Kalsel I terdiri Kabupaten Batola, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Kabupaten Tabalong, dengan jata calon anggota DPR-RI enam orang.
Sedangkan dapil Kalsel 2 meliputi Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru, dengan jatah calon anggota DPR-RI sebanyak lima orang.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.