Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang (PBB) Kalimantan Selatan H Pangeran Ibrahim mengharamkan para calon lageslatif (caleg) wilayah tersebut yang berasal dari partainya menggunakan politik uang untuk meraih kemenangan.
Ketersediaan uang bukan jaminan menentukan kemenangan Pemilu 2014, bahkan melakukan politik uang atau bagi-bagi uang untuk memperoleh suara Pemilu 2014 bisa merugi, walau kenyataan nanti terpilih sebagai anggota legislatif, katanya di Banjarmasin, Kamis.
Oleh sebab itu, PBB Kalsel mengharamkan politik uang bagi calon anggota legislatif (caleg) dari parpolnya, karena selain hasil perolehan suara tidak bersih, juga Allah SWT melarang cara-cara yang tidak sesuai ajaran Islam.
Pernyataan politisi muda PBB yang menyandang gelar sarjana hukum Islam itu pada acara Deklarasi Tidak Melakukan Politik Uang di Gelanggang Olahraga dan Remaja (GOR) Hasanuddin HM Banjarmasin, yang dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) parpol tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP PBB Malam Sambat Kaban mengajak warga masyarakat agar memilih caleg dan atau pempimpin yang sehat, baik pada Pemilu legislatif dan pemilihan presiden nanti.
Menurut manatan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu, caleg dan atau pemimpim yang sehat bukan memakan atau melakukan yang haram, seperti melakukan politik uang.
"Karena itu, mari kita memilih caleg dan atau pemimpin yang terbaik dari yang baik-baik, bukan memilih yang terbaik di antara yang terjelak," lanjut mantan Menteri Kehutanan tersebut.
"Sebab, kalau kita memilih yang terbaik dari yang terjelek, maka hasilnya pun juga akan jelak, tidak menghasilkan yang baik," demikian MS Kaban.
Penghujung acara deklarasi anti politik uang itu, da`wah (ceramah agama) yang dikemas dalam ESQ, dengan audio visual mengungkap perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam menegakan Islam, Iman dan Ihsan.
Da`wah ESQ itu dipandu mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin KH Husien Nafarin, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan PBB Kalsel.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.