Oleh Imam Hanafi
Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan, H Irhami Ridjani, memberikan apresiasi kepada Kantor Bea Cukai Wilayah Kalimantan Bagian Timur, yang sudah berhasil memperoleh devisa sekitar Rp517 triliun selama 2013.


"Pemerintah daerah sangat senang mendapatkan Customs Wilayah Kalimantan bagian timur ini memperoleh devisa lebih lima ratus triliun," jelas Bupati, di Kotabaru Rabu.

Namun sayang, kontribusi sebesar itu bukan untuk daerah, karena Kotabaru belum memiliki pelabuhan ekspor, dan mungkin akan lebih baik apabila "Bumi Saijaan" ini membangun pelabuhan kepsor impor.

"Mengingat Kotabaru memiliki perairan yang cukup dalam dan bibir pantai yang cukup luas, sehingga memungkinkan apabila dibangun pelabuhan yang refresentatif," ujar Irhami pada penyerahan Customs Award 2013, kepada para perusahaan pengguna jasa ke Pabeanan, dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia, di Kotabaru.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Wilayah, Yusuf Indarto, mengemukakan, realisasi target penerimaan Bea dan Cukai periode 2013 secara keseluruhan mencapai 100,3 persen.

Dia menjelaskan, target bea keluar, KPPBC TMP C Kotabaru menyumbangkan penerimaan bea keluar sekitar Rp950 miliar, atau lebih 50 persen dari penerimaan bea keluar se-wilayah Kalimantan Bagian Timur.

Penerimaan tersebut diperoleh dari ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah dan turunannya, serta bijih besi, dengan realisasi bea keluar sebesar 91,73 persen dari target yang di tetapkan.

Dikatakan, lembaga yang dipimpinya telah menghasilkan devisa ekspor periode 2013 sebesar USD 43 miliar lebih, atau sekitar Rp517 triliun, sedangkan devisa impor hanya sebesar USD 11 miliar.

Yusuf mengharapkan kepada perusahaan eksportir atau importir agar senantiasa Compliance terhadap ketentuan peraturan kepabeanan, ataupun peraturan di negara tujuan.

Dan kepada perpajakan, Yusuf mengajak agar semakin memper erat kerja sama dengan bea dan cukai (Custom), sehingga tidak ada keluhan dari eksportir maupun importir dalam pelayanan.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Kotabaru, Nurtjahjo Budi Dananto, tujuan diberikannya penghargaan adalah sebagai apresiasi kepada para perusahaan pengguna jasa kepabeanan yang telah memberikan kontribusi, sehingga Custom wilayah menjadi pemasok devisa terbesar di Indonesia.

Sementara itu, penghargaan "Customs Award 2013", di berikan dengan beberapa kategori.

  Kategori eksportir patuh, di berikan kepada PT. Arutmin Indonesia, kategori importir patuh, kepada PT. Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk, dan kategori pengangkut patuh, kepada PT. Serasi Shipping Indonesia. Serta kategori penyumbang devisa ekspor terbesar, kepada PT. SMART, Tbk, kategori penerimaan negara di bidang impor, kepada PT. Pertamina, dan kategori penerimaan negara di bidang ekspor, kepada PT. SMART.   


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026