Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Usaha penangkapan terhadap beberapa koordinator yang diduga sebagai pengumpul gelandang dan pengemis (Gepeng) yang dilakukan Satpol PP Banjarmasin diduga bocor.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarmasin, Ichwan Nor Chalik di Banjarmasin, Jumat mengatakan, usaha penangkapan terhadap seseorang yang menjadi koordinator gepeng di wilayah Banjarmasin itu dilakukan pada (28/2) dini hari, sekitar pukul 03.00 wita.
Penangkapan itu dilakukan secara gabungan antara pihak Satpol PP Kota Banjarmasin dengan Unit Patroli Kota (Patko) Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin.
Namun dari hasil kegiatan itu, yang berlangsung selama lebih kurang dua jam tersebut, tidak membuahkan hasil dan target operasi yang akan dilakukan penangkapan terkesan mengetahui adanya kegiatan tersebut.
"Dua jam kita lakukan pencarian di wilayah Kelayan A Banjarmasin Selatan didua gang yaitu gang Swarga dan gang Srikandi, namun tidak ada hasil, karena kegiatan ini, saya pastikan sudah bocor dan diketahui oleh yang bersangkutan," terangnya kepada Wartawan.
Dikatakan, bocornya kegiatan itu diketahui karena biasanya menurut informasi koordinator itu menurunkan para gepeng itu sekitar pukul 05.30 wita, namun dari informasi warga di kawasan tersebut, para gepeng itu diturunkan mulai pukul 01.00 wita.
Dari selisih waktu lebih maju itu, Kasat Pol PP Kota Banjarmasin, memastikan kegiatan yang dia lakukan secara gabungan itu memang sudah bocor dan sampai ketelinga koordinator gepeng itu.
"Kemungkinan ada orang dalam dari pihak Satpol PP sendiri yang membocor kegiatan ini, dan kita sudah mengetahui orangnya, namun apabila nanti tertangkap tangan oknum tersebut yang melakukan maka langsung kita tindak tegas," tutur pria berwajah serius.
Oknum pembocor kegiatan tersebut, apabila di PNS maka akan dipindah dari satuan, tapi apabila oknum itu bukan PNS tapi honorer maka hari itu juga diakukan pemecatan terhadap yang bersangkutan.
Namun, walau kali ini kegiatan penangkapan tersebut gagal total, tapi Satpol PP tetap terus semangat, di pastikan kegiatan nantinya, diusahakan harus berhasil, dengan cara dan sistem yang berbeda, demikian Ichwan.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.