Oleh Hasan Zainuddin



Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat menyatakan bahwa tetap membutuhkan tenaga guru honorer untuk menutupi kekurangan guru di wilayah ini.

Seperti dikatakan Kepala Disdik Banjarmasin Rusdiansyah kepada wartawan di Balaikota, Kamis, mereka yang tetap dibutuhkan tersebut adalah para guru honorer yang gagal tes kategori dua (K-II) belum lama ini dilaksanakan.

"Kami para pejabat Pemkot Banjarmasin terkait berusaha memperjuangkan dan mencari celah agar tenaga pendidik honor itu terakomodir nantinya tetap menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)," katanya.

Menurut Rusdiansyah yang baru saja dilantik menjadi Kepala Disdik Banjarmasin itu, pihaknya sedang berusaha mencari celah, agar jasa guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun tersebut bisa dihargai.

Jadi, tegasnya, dirinya tidak pernah berpikir sama sekali untuk memberhentikan guru honorer yang sudah lama mengandi mengajar di sekolah.

Ia menuturkan sekarang ini Banjarmasin masih dinilai sebagai dfaerah yang mengalami kekurangan tenaga guru.

Untuk menutupi kekurangan tersebut tentu akan memanfaatkan jasa dari tenaga guru honorer itu agar proses belajar mengajar bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Bagi tenaga guru honorer yang sudah lama mengabdi mungkin saja akan diperjuangkan menjadi PNS tentu bila hal tersebut memperoleh respon Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Ia bertekad menciptakan agar hak dasar ini terpenuhi semua oleh masyarakat, sehingga tidak ada lagi kesulitan warga untuk bersekolah.

Rusdiansyah dilantik menjadi Kepala Disdik bersama sembilan pejabat lainnya di Pemkot Banjarmasin yang dilakukan oleh Wali Kota Banjarmasin Haju Muhidin (19/2) kemarin, sebelumnya ia menduduki sebagai posisi Asisten I Sekdako.



: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026