Kendati pertandingan telah berlalu lebih dari 15 jam, masyarakat Kotabaru dan Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan masih banyak yang merasakan kekecewaan atas kekalahan tim yang dijagokan yakni Brazil.

"Benar-benar kami tidak menyangka Brazil bisa kalah oleh tim Belanda 2-1," seloroh penggemar berat tim kesebelasan Brazil, Faizin ME, Sabtu.

Faizin yang juga Kepala Badan Pusat Statistik Kotabaru mengaku, menyempatkan diri menyaksikan tim kesayanganya berlaga diperempatfinal melawan Belanda, meski malam itu dia harus pergi ke Banjarmasin untuk sebuah urusan.

Selama perjalanan, Faizin selalu menghentikan mobil dinasnya sejenak disetiap segerombolan masyarakat dipinggir jalan antara Kotabaru-Banjarmasin yang menggelar nonton bareng.

Tidak kurang dari sepuluh layar lebar yang digelar secara swadaya oleh masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

Kekalahan Brazil selalu menjadi topik pembicaraan yang tak berujung antara Faizin bersama penumpang yang lainnya.

Belum terobati atas kekecewaanya, jago Faizin yang kedua yakni kesebelasan Ghana juga kalah atas Uruguay melalui adu tendangan penalti 4-2.

Setelah melihat jago-jagonya kalah, Faizin lemas dan merasakan kantuknya cukup mengganggu dalam perjalanan sehingga dia memutuskan untuk beristirahat di salah satu kedai kopi yang juga menggelar nonton bareng.

Sementara itu, Mariono, warga kotabaru bersama mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Paris Barantai Kotabaru juga kecewa karena tim yang dijagokan kalah pada perempatfinal.

"Ya bagaimana lagi, jago kami 'keok' padahal Afrika sangat menaruh harapan pada Ghana tetapi harapan itu pupus malam tadi," terang dia.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026