Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dalam memperingati milad ke-67 organisasi kemahasiswaan Islam tertua di Indonesia itu, menggelar seminar yang berkaitan Pemilu 2014.

Seminar tersebut bertajuk "Menyambut Pemilu Cerdas dan Berkualitas Menyongsog Perubahan Indonesia Baru Tanpa Golput," ujar Ketua Panitia Pelaksana Syaifullah, di Banjarmasin, Kamis.

"HMI berkeinginan agar pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia yang pencoblosannya dijadwalkan 9 April mendatang, betul-betul sukses, tidak terkecuali di Kalimantan Selatan," tandasnya.

"Sukses yang kita maksudkan, bukan terselenggaranya Pemilu tersebut, tapi hasilnya yang berkualitas dengan partisipasi masyarakat pemilih sebanyak-banyaknya, tanpa golput," lanjutnya.

Sebab, menurut dia, kalau masih banyak golput (pemilih yang tidak menggunkan hak memilih dengan baik dan benar), kualitas hasil Pemilu tersebut diragukan atau bisa dikategorikan kurang berkualitas.

"Apalagi kalau yang golput mendekati 50 persen atau lebih dari 50 persen dari jumlah pemilih, berarti hasil Pemilu tersebut tidak berkualatis," lanjutnya.

Seminar yang diselenggarakan HMI Komisariat Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) dan Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Syekh Mohammad Arsyad Al Banjary itu akan mengundang empat narasumber.

Narasumber dalam seminar itu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel Samhuddin Muharram, serta Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tingkat provinsi tersebut Mahyuni.

Kemudian kalangan akademisi Dr Rifqinizami Karsayud SH, LLM dari pakar hukum tata negara Fakultas Hukum Unlam Banjarmasin, serta Dr Ani Cahyadi, pakar pendidikan politik dari IAIN Antasari Banjarmasin.

Sedangkan peserta seminar yang digelar 15 Ferbruari 2014 itu, juga dari berbagai kalangan yang peduli terhadap Pemilu yang tinggal sekitar dua bulan lagi.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026