Kementerian Negara Lingkungan Hidup mendukung pembangunan geowisata kawasan pertambangan intan tradisional di Desa Pumpung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

"Kami mendukung pembangunan geowisata kawasan pertambangan intan karena keberadaannya sangat bermanfaat mencegah kerusakan lingkungan," ujar Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta di Banjarbaru, Selasa (22/3).

Hal itu dikatakannya di sela-sela penyerahan 'master plan' pengelolaan tambang intan dari Deputi II Kementerian Lingkungan Hidup Karliansyah kepada Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor.

Ia mengatakan, 'master plan' pengelolaan tambang intan tersebut hendaknya dijadikan acuan dalam pengelolaan kawasan sekitar areal tambang sehingga kerusakan lingkungan sekitarnya bisa dihilangkan.

Menurut dia, 'master plan' dalam bentuk desain pengelolaan tambang intan itu diharapkan segera ditindaklanjuti Pemkot Banjarbaru dengan membebaskan areal tambang sehingga geowisata bisa diwujudkan.

"Jika Pemkot Banjarbaru sudah bisa membebaskan areal tambang di kawasan setempat seluas 40 hektare, maka kami siap membantu desain pengelolaan tambang intan secara lebih detail," ujarnya.

Dijelaskannya, sesuai dengan 'master plan' yang telah disiapkan, desain pengelolaan tambang intan bisa diwujudkan dengan prioritas penanganan lahan seluas 40 hektare.

Kebutuhan lahan sebanyak itu digunakan untuk pembuatan 'settling pound' plus kolam ikan seluas 2 hektare, kantor pengelola 225 meter persegi, perpustakaan dan galeri 228 meter persegi, gazebo 51 meter persegi, area konservasi 13,95 hektare, area tambang 24,26 hektare, 'open space' plus barier 316,53 meter persegi, 'open space' rekreasi seluas 120,67 meter persegi.

Dikatakannya, 'master plan' pengelolaan tambang menjadi kawasan geowisata itu diharapkan mampu mencontoh areal bekas tambang di Phuket, Thailand, yang dijadikan pusat rekreasi dan kawasan geowisata.

"Dulunya pusat rekreasi di Phuket itu areal bekas tambang tetapi disulap menjadi kawasan geowisata yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas sehingga kini dikunjungi banyak orang," katanya.

Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor mengatakan, pihaknya berupaya membebaskan areal tambang seluas 40 hektare sehingga bisa mewujudkan kawasan geowisata yang masterplannya sudah disiapkan tersebut.

"Kami akan berupaya membebaskan areal tambang itu tetapi sebelumnya melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu kepada penambang dan masyarakat sekitar sehingga rencana geowisata bisa diwujudkan," katanya./rzl*C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026