Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, berencana membangun sarana transportasi darat yakni rel kereta api keliling Pulaulaut Kotabaru untuk membuka daerah-daerah yang terisolasi.
"Dengan rel kereta api, biaya transportasi akan lebih murah dan arus penumpang dan barang akan lebih lancar," kata Kepala Dinas Perhubungan Kotabaru Sugian Noor di Kotabaru, Rabu.
Sugian menjelaskan, saat ini pemerintah tengah membangun rel kereta api yang menghubungkan Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.
Ada wacana, lanjut dia, pemerintah membuka jalur rel kereta api dari Kalimantan Timur ke Banjarmasin melintasi Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai menuju selatan hingga Banjarmasin.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kotabaru, jaringan yang ideal mulai dari Kalimantan Timur melintasi Kabupaten Paser, Kotabaru, Batulicin, Tanah Laut dan Banjarmasin.
"Karena daerah permukiman lebih padat di daerah tenggara yakni daerah Kotabaru dibandingkan dengan daerah Tabalong," tutur Sugian.
Terlebih industri jauh lkebih banyak di wilayah Kotabaru dan sekitarnya dibandingkan dengan daerah Tabalong dan sekitarnya.
Misalkan, pabrik kelapa sawit, industri batu bara dan industri yang lainnya berpeluang untuk dibangun di Kotabaru dan sekitarnya.
Belum lagi dengan pelabuhan penumpang dan barang, ada di Kotabaru dan Batulicin, hal itu dapat mendukung keberadaan alat transportasi kereta api.
Sementara itu, khusus untuk rel kereta api keliling Pulaulaut, masih menunggu realisasi pemerintah atau investor membangun jembatan atau terowongan yang menghubungkan Pulaulaut dengan daratan Kalimantan.
Keinginan pengusaha Rusia untuk membangun jalur transportasi alternatif di Kaltim berupa jalur rel kereta api kian menguat, seiring dengan penyampaian Presiden Rusia Vladimir Putin tentang rencana tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada ajang APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) di Bali beberapa waktu lalu dan telah disepakati.
Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak saat menerima kunjungan Presdir PT Kereta Api Borneo, dalam sebuah kesempatan mengatakan, semua sepakat seluruh proyek MP3EI (masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia) harus disukseskan (diselesaikan). Apalagi, kedua kepala negara telah mengetahui dan menyepakati pembangunan rel kereta api Kaltim.
Menurut dia, pembangunan jalur kereta api yang akan dibangun dari Kutai Barat hingga Balikpapan melewati Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara, sepanjang 190 kilometer untuk tahap awal diperuntukkan bagi pengangkutan barang (rel kereta api khusus/batu bara).
Karenanya, untuk merealisasikan pembangunannya diperlukan dukungan seluruh pihak baik pemerintah pusat melalui perizinan di kementerian maupun di daerah baik provinsi oleh gubernur serta kabupaten dan kota oleh bupati/wali kota.
Presiden Direktur PT Kereta Api Borneo (anak perusahaan Russian Railways) Andrey Shigaev mengemukakan pihaknya telah melakukan survey udara untuk melihat titik pengembangan rel kereta api Kaltim jalur Kutai Barat-Balikpapan.
"Kami yakin pembangunan rel kereta api ini akan mampu menjadi lokomotif kemajuan Kaltim khususnya dalam pembangunan jalur transportasi. Komitmen ini telah disampaikan Presiden Putin kepada Presiden SBY pada APEC di Bali," ujar Andrey Shigaev.
Komitmen PT Kereta Api Borneo ini telah mampu meyakinkan Komite Finansial sehingga menghasilkan kesepekatan finalisasi. "Sekarang kami butuhkan dukungan pemerintah untuk memberikan kemudahan guna memperoleh perizinan dan pembebasan lahan," harap Andrey.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.