Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan Abdul Halim mengungkapkan embarkasi haji Banjarmasin mendapatkan nilai tertinggi nasional untuk katagori C dalam kinerja pengelolaan asrama dan emberkasi tahun 1434 hijriah.
"Terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2013, Embarkasi Banjarmasin mendapat reward dari Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI)," kata Halim di Banjarmasin, Rabu.
Menurut dia, embarkasi yang masuk katagori C antara lain adalah embarkasi Solo, Makasar dan Mataram, sedangkan kategori A adalah Embarkasi Surabaya dan kategori B adalah Embarkasi Balikpapan.
Dasar penilaian, tambah dia, meliputi sejak pendaftaran calon jemaah haji hingga pemberangkatan jamaah haji, kebersihan asrama haji, penerimaan jamaah haji dan selalu menyelenggarakan Shalat Hajat di antara Maghrib dan Isya, serta tertibnya pelayanan saat kedatangan kembali jamaah haji di tanah air.
Namun demikian, tambah Halim, Embarkasi Banjarmasin juga mendapatkan beberapa catatan, yang harus diperhatikan oleh seluruh pihak, khususnya ruang makan dan dapur asrama haji diminta untuk ditingkatkan lagi.
Menurut Halim, berdasarkan penilaian, daya tampung ruang makan di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin belum cukup untuk satu kelompok terbang (Kloter) yang berjumlah 325 orang, sehingga ke depan ruangan tersebut perlu diperlebar.
Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Kalsel Syukriansyah menambahkan penilaian yang dilakukan KPHI pada umumnya didasarkan pada administrasi, pengelolaan dan pelayanan yang diberikan pada jamaah haji.
Terkait kuota jamaah haji Kalsel tahun 2014, Syukeriansyah mengatakan, berdasarkan informasinya Kerajaan Arab Saudi masih memberlakukan pengurangan jamaah haji Kalsel sebesar 20 persen.
"Pada 2013, sebanyak 461 calon jamaah haji ditunda keberangkatannya, dan pada 2014 ini, mereka menjadi prioritas utama untuk diberangkatkan ke Tanah Suci," katanya.
Tentang kuota haji 2014, kata dia, hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi pasti, diperkirakan jumlahnya masih sama dengan 2013.
Pada 2013, lanjutnya, Embarkasi Banjarmasin memberangkatkan 3.050 orang asal Kalsel, dari jumlah tersebut, lima orang meninggal, empat orang meninggal pascawukuf dan satu orang pra wukuf.
Jumlah jemaah haji yang meninggal tersebut, menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya karena persiapan dinilai jauh lebih baik dan matang.
"Selain itu, kata dia, dua orang gagal berangkat karena gangguan jiwa dan mengidap hepatitis B," katanya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.